Jumat, 10 April 2026

VIDEO - Kopdar Cipoers, Gus Ipul Jadi Rebutan Wefie Komuitas Cipo

Wagub Jatim, Gus Ipul menjadi magnet para Cipoers saat kopdar di Empire Palace, Surabaya, Minggu (21/5/2017). Begini suasananya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | SURABAYA - Aroma kopi menyeruak di lantai UG Empire Palace, Surabaya, Minggu (21/5/2017).

Ratusan orang memakai baju berwarna kuning terlihat antusias bertemu wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Saifullah Yusuf. 

Mereka merupakan para penulis yang biasa mengirimkan tulisannya di rubrik Citizen Reporter (Cipo) Harian Surya yang mengikuti kopi darat bersama pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Tak hanya penulis yang tinggal di Jatim, tetapi juga sejumlah penulis yang berasal dari berbagai negara dan daerah di luar Jatim.

Yoshinaga Maika Janesi (23) salah satunya. Dia adalah gadis asal Jepang yang menempuh pendidikan di Malang.

Berbagai tugasnya membuat tulisan terkait budaya Jepang yang termuat di Cipo Harian Surya membuatnya mengenal para Cipoers, sebutan penulis cipo.

Menurutnya, beragam tulisannya yang termuat di Harian Surya membuatnya lebih pandai menulis dan mempelajari bahasa Indonesia.

“Mulai Oktober tahun lalu, sudah 5 tulisan saya termuat. Saya senang sekali hadir disini, ketemu teman baru apalagi bahas kopi,” jelasnya di sela acara Ngopi, Ngobrol dan Ngopdar Cipoer Bareng Gus Ipul tersebut, Minggu (21/5/2017).

Gadis yang juga pecinta kopi ini terlihat takjub dengan cita rasa kopi yang disajikan Komunitas Kopi Terselubung.

Kopi Bondowoso yang disajikan bersama Gus Ipul menurutnya cukup menarik. Bahkan, ia pun ingin memasarkan Kopi Bondowoso sebagai bagian dari Kopi Jawa ke Jepang.

Kehadiran Gus Ipul dalam Kopdar ini tak hanya untuk ngopi bersama para Cipoers. Ia juga mengenalkan fanpage Sahabat Gus Ipul yang memberikan banyak info terkait keadaan Jatim. Baginya keberadaan jurnalis warga seperti Cipoers memberikan kecepatan penyebaran informasi.

“Sekarang kalau sudah ada sosmed gitu pemerintah kalah. Pemerintah baru tahu ternyata kejadian sudah parah,lebih cepat lewat sosmed,”ujarnya.

Kopdar ini menurutnya telah memberikan ajang untuk mempertemukan teman-teman yang selama ini tidak bertemu secara nyata. Sehingga bisa bertukar pikiran dan mempertanggungjawabkan yang selama ini dipublikasikan di sosial media.

“Kopi darat ini forum tabayyun, kecocokan, sekali-kali mengkonfirmasi berbagai hal yang mungkin selama ini terjadi di berbagai kalangan,”lanjutnya.

Kehadiran Gus ipul juga menjadi daya tarik tersendiri para peserta kopdar. Tradisi untuk berswafoto juga terjadi saat Gus Ipul hendak meninggalkan lokasi. Bahkan ada beberapa cipoers yang meminta tanda tangan gus Ipul.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved