Berita Banyuwangi
Petik Buah Sendiri dan Konsultasi Seputar Pertanian dan Peternakan di Agro Expo
Even ini bisa dijadikan sebagai wisata dan edukasi keluarga. Di sini bisa petik buah langsung, serta konsultasi masalah pertanian dan peternakan.
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Selama satu minggu penuh, Banyuwangi Agro Expo 2017, akan digelar mulai 13 hingga 20 Mei, di Area Persawahan, Jalan Brawijaya Banyuwangi.
Even ini bisa dijadikan sebagai wisata dan edukasi keluarga. Di sini bisa petik buah langsung, serta konsultasi masalah pertanian dan peternakan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Arief Sosiawan mengatakan, di sini, pengunjung bisa berwisata petik buah dan sayuran organik, maupun menikmati gurihnya susu sapi segar.
Pengunjung juga bisa berkonsultasi seputar pertanian dan peternakan, belajar bahkan praktik bercocok tanam langsung dengan dipandu para ahli.
“Tak hanya stan untuk menawarkan produk unggulan, kami juga sediakan klinik konsultasi bagi pengunjung yang ingin berkonsultasi masalah pertanian. Ada juga semacam pet shop bagi mereka yang ingin memeriksakan binatang kesayangannya. Klinik tersebut buka setiap hari selama pameran, mulai pukul 10.00-19.00 WIB,” terang Arief, Senin (8/5/2017).
Datang ke festival ini, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk, mereka hanya diwajibkan membayar untuk buah/ sayuran yang mereka petik, maupun produk peternakan yang mereka makan/minum.
Harganya pun dijamin lebih murah dibandingkan harga pasar. Seperti melon organik yang hanya dibanderol Rp 22 ribu per kilogram, padahal di pasar bisa mencapai Rp 40 ribu per kilogram.
Pengunjung bisa merasakan sensasi berwisata layaknya di kebun sendiri, bisa memetik langsung buah dan sayuran segar yang mereka butuhkan.
Dalam Banyuwangi Agro Expo juga ada makan buah gratis dan kontes buah lokal Banyuwangi.
Kontes ini diikuti petani jeruk siam, buah naga dan pisang kepok yang menjadi trademark Banyuwangi.
“Ini salah satu upaya untuk memproteksi buah lokal. Selain juga menjaring petani yang memiliki kemampuan tepat dalam merawat tanamannya. Dengan harapan, mereka bisa menularkan ilmunya pada petani yang lain. Caranya, kita lihat petani yang komoditas buahnya memiliki kualitas mutu terbaik. Kita nilai mulai dari rasa, ukuran, daya tahan buahnya hingga produktivitasnya,” urai Arief.
Pada Agro Expo 2016 lalu, jeruk siam masih merupakan produksi hortikultura terbesar di Banyuwangi dengan produksi mencapai 359.759 ton.
Berturut-turut disusul pisang 97.497 ton, semangka 65.914 ton, melon 51.648 ton dan buah naga 39.990 ton.