Kamis, 14 Mei 2026

Berita Ekonomi Bisnis

Enzim Petrosida Gresik Pasok 10 Persen Kebutuhan Enzim Nasional

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir menerangkan kini hampir 99 persen kebutuhan enzim (biokatalis) industri mengandalkan impor.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya/mohammad Romadoni
Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir meresmikan unit produksi enzim di PT Petrosida Gresik, Jumat (28/4/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia terus mendorong seluruh pihak untuk mulai membangun kemandirian dalam memproduksi enzim nasional.

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir menerangkan kondisi saat ini hampir 99 persen kebutuhan enzim (biokatalis) industri mengandalkan impor seperti China, India, Jepang, dan sebagian dari Eropa.

Padahal menurut M. Nasir konsumsi enzim industri di nusantara mencapai 2500 ton. Dan nilai impor sekitar 200 miliar dengan laju pertumbuhan volume rata-rata 5 persen sampai 7 persen pertahun pada 2017.

“Kebutuhan enzim cenderung meningkat setiap tahun dibarengi oleh permintaan pasar global terhadap enzim juga mengalami peningkatan sekitar 7.0 persen terhitung 2015 sampai 2020 pertahun, ” ujar M Nasir di sela peresmian unit produksi enzim PT Petrosida Gresik, Jumat (28/4/2017).

Karena itulah, sambung M. Nasir pihaknya sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Bioindustri berhasil mengembangkan teknologi produksi enzim memakai sumberdaya hayati lokal.

Meski masih membutuhkan proses secara bertahap untuk pengembangan skala komersil yang telah bekerjasama dengan PT Petrosida Gresik, pihaknya sangat antusias dimulainya produksi enzim nasional.

Produksi komersil telah dimulai oleh unit produksi enzim yang dibangun di kawasan Bio Center PT Petrosida merupakan satu di antara lima unit produksi produk biotek yakni unit petrofish, potensida, petrikaphos dan biokaosida.

“Kapasitas unit produksi enzim mencapai 200 ton pertahun. Sedangkan konsumsi enzim nasional membutuhkan sekitar 2200 ton. Jadi hasil dari produksi enzim ini bisa mengganti 10 persen pasokan enzim impor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan untuk produksi enzim cair dalam bentuk konsentrat berkapasitas sekitar 3.000 L perhari. Untuk tahap awal unit enzim ini mampu enzim protease dipakai ndustri penyamakan kulit. Sedangkan, penggunaan enzim protease sebagai dehairing (merontokkan bulu) bisa mengurangi konsumsi bahan kimia sekitar 20 persen sampai 30 persen.

“Pengembangan dan keberadaan industri enzim ini diharapkan dapat mendukung kemandirian produk enzim nasional,” imbuhnya.

Sedangkan, peneliti enzim dari Deputi Kepala BPPT Bid Industri dan Teknologi, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan produksi bersama dukungan Ristekdikti untuk mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk enzim. Pihaknya sampai saat ini masih terus mengembangkan enzim untuk menjadi produk komersial.

“Pengembangan teknologi ini telah dilakukan mulai dari riset pada skala lab sampai dengan uji produksi pada skala pilot dengan kapasitas fermentor 150 dan 1500 L," bebernya.

"Adapun beberapa jenis enzim yang telah dikembangkan antara lain protease dan xylanase yang telah diuji aplikasikan di industri penyamakan kulit (PT. Rajawali Tanjungsari) dan pulp & kertas (PT. Sadya Balawan),” sambungnya.

Dirut Petrosida, Hery Widyatmoko menjelaskan pihaknya akan mengembangkan enzim xilanase yang merupakan enzim kedua diproduksi.

Menurutnya, enzim xylanase dapat digunakan untuk industri pulp dan kertas sebagai deinking (melepas tinta), berguna mengurangi konsumsi bahan kimia seperti peroxide dan chlorine yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Kedua jenis enzim itu telah dipatenkan oleh BPPT. Dengan kapasitas 200 ton per tahun diharapkan unit enzim ini dapat memenuhi sekitar 10% kebutuhan enzim untuk industri dengan harga yang lebih terjangkau.,” terang Hery Widyatmoko.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved