Berita Banyuwangi
Banyuwangi International BMX 2017, Ajang Kembalinya Toni dari Cedera
Setelah cedera patah tulang di BMX Olimpiade Rio 2016 di Brazil, Toni Syarifudin akhirnya kembali ke sirkuit di Banyuwangi International BMX 2017.
Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Ajang Banyuwangi International BMX 2017 yang akan dilangsungkan pada 22-23 April di Sirkuit Muncar, Banyuwangi, menjadi kejuaraan pertama bagi pebalap BMX andalan Indonesia, Toni Syarifudin, usai mengalami cedera.
Terakhir, Toni mengalami cedera mengalami patah tulang dan tidak bisa menyelesaikan babak perempat final balap sepeda BMX Olimpiade Rio 2016 di Deodoro, Rio de Janeiro.
Kini Toni sudah pulih, dan siap tampil di Banyuwangi International BMX 2017. Toni juga telah berada di Banyuwangi untuk mencoba sirkuit Muncar.
"Ini adalah kejuaraan pertama saya setelah mengalami cedera," kata Toni, ditemu di Sirkuit Muncar, Rabu (19/4/2017).
Meski baru pulih dari cedera, Toni optimistis bisa meraih juara di kejuaraan ini. Toni mengaku sudah melakukan persiapan maksimal. Dia pun mengklaim telah menghafal track Sirkuit Muncar.
"Sirkuit Muncar memiliki karakteristik tersendiri. Sirkuit ini termasuk yang tidak mudah untuk ditaklukkan," kata Toni.
Toni yang tampil di kategori man elite, mengaku pelontar sirkuit di kategori ini sangat sulit. Sehingga membutuhkan teknik tersendiri untuk menaklukkannya.
"Karena itu, persaingan di kejuaraan ini akan ketat," kata Toni.
Tahun lalu Toni di kejuaraan yang sama, Toni mampu menyelesaikan balapan dengan wakti 36 detik. Itu menjadi waktu terbaiknya di kejuraan ini. Tahun ini dia yakin bisa meraih kecepatan 34 atau 36 detik. Namun catatan waktu tidak terlalu penting bagi Toni, dia lebih mementingkan untuk bisa meraih juara.
"Di sirkuit ini harus ekstra hati-hati. Biasanya kecepatan yang dibutuhkan 49 km/jam," kata Toni.
Banyuwangi International BMX membidik pasar pecinta aktivitas bersepeda Bicycle Moto-Cross (BMX) ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan.
"Kompetisi ini telah masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI) dengan kategori C1. UCI sendiri telah menunjuk Kevin Braybon dari Australia sebagai Chief of Commissaire di ajang ini," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
Saat ini, terdapat 303 peserta dari dalam maupun luar negeri akan saling beradu kehandalan di kompetisi ini. Malaysia, Australia, Korea, Amerika Serikat, dan Jepang, telah menyatakan diri ikut serta. Jumlah peserta masih bisa bertambah, karena menunggu kepastian dari tim Ekuador dan Thailand.
Menurut Anas, kompetisi ini diminati atlit dari berbagai negara ASEAN karena kejuaraan ini telah masuk agenda UCI. Sehingga kompetisi ini juga menjadi ajang para pembalap sepeda BMX untuk mengukur kemampuan mereka. Apalagi sirkuit BMX yang terletak di Desa Kedungrejo, Muncar ini merupakan sirkuit berstandar internasional terbaik di Indonesia.
“Sirkuit BMX Muncar ini dibangun sesuai dengan kriteria seperti yang distandarkan oleh UCI. Seperti panjang lintasan, kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan sesuai standar. Dibandingkan daerah lain di Indonesia, tingkat kesulitan lintasan sepeda di Banyuwangi jauh lebih bagus," kata Anas.
Anas menambahkan, kompetisi ini digelar tidak hanya untuk even olahraga semata, namun juga dirancang sebagai even sport tourism. Lewat kejuaraan BMX ini, Banyuwangi sekaligus ingin meningkatkan kunjungan wisatawan.
"Sekaligus mendongkrak pertumbuhan di sektor pariwisata, budaya dan ekonomi di Banyuwangi. Kita membranding olahraga untuk pariwisata agar ekonomi masyarakat tumbuh, karena peserta bisa menginap di rumah warga-warga sekitar," jelasnya.
Pemkab bekerja sama dengan penduduk sekitar menyediakan guest house bagi atlit. Setidaknya terdapat 32 rumah penduduk yang siap menampung para atlit tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga mengatakan sejumlah peserta sudah mulai berdatangan dan menjajal Sirkuit Muncar.
"Sejumlah tim dari luar negeri ini sudah mulai berdatangan. Seperti dari Australia, Malaysia, Jepang. Mereka akan langsung menjajal sirkuit ini," kata Wawan.
Timnas Indonesia sendiri, imbuh Wawan, akan menurunkan 15 atletnya untuk berlaga langsung di 3 kelas yang dilombakan, termasuk Tony Syarifudin dan Elga Charisma.
"Ajang ini salah satu cara atlet BMX untuk menambah poin. Karena masuk kalender UCI, ini kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan poin individu world rangking dan nation world ranking," jelas Wawan.
Menurut Wawan, kejuaraan Banyuwangi Internasional BMX 2017 ini akan menjadi ajang bagi para pembalap dari negara - negara Asean untuk mengukur kemampuan mereka, sebelum pelaksanaan Sea Games.
"Sehingga bisa dipastikan persaingan dalam kejuaraan tersebut akan berlangsung dengan ketat," pungkas Wawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/banyuwangi-international-bmx-2017_20170419_164854.jpg)