Berita Surabaya
Kuota Peserta SBMPTN Berbasis Komputer Bertambah, Biaya Genset Pun Ikut Naik
Kuota yang meningkat dari tahun sebelumnya membuat biaya untuk genset juga meningkat. Apalagi tidak semua laboratorium komputer PTN memiliki genset.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Generator set (genset) menjadi perlengkapan penting dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) berbasis komputer atau computer based test (CBT).
Kuota yang meningkat dari tahun sebelumnya membuat biaya untuk genset juga meningkat.
Apalagi tidak semua laboratorium komputer PTN memiliki genset.
Panitia lokal 50 tahun ini menerima kuota 2.175 peserta CBT.
Jumlah ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang menerima 280 peserta CBT. Sehingga, tahun ini semua kampus anggota panlok 50 menerima jatah pelaksanaan CBT.
Di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima 300 peserta CBT, 855 peserta CBT di Universitas Airlangga (Unair).
620 peserta CBT lainnya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan masing-masing 200 peserta dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim.
Wakil rektor 1 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Ramdan Hidayat memperkirakan dibutuhkan sekitar Rp 180 juta untuk genset.
Sebab, seperti di kampusnya dari 3 lokasi CBT yaitu Fakultas Ekonomi Bisnis, Gedung Teknologi Tepat Guna dan di Pusat Komunikasi, hanya tersedia genset di puskom.
“Kami sudah rapat, untuk panlok 50 butuh 60 genset. Estimasinya 1 genset sewa minim Rp 3 juta, berarti ya butuh hingga Rp 180 juta, ini cukup besar,” jelasnya pada SURYA.co.id, Minggu (16/4/2017).
Menurutnya, anggaran tersebut akan disediakan panitia pusat dalam penyelenggaraan SBMPTN CBT.
Saat ini sedang dilakukan pembahasan agar berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk kesediaan listrik dan jaringan. Sehingga tidak akan ada pemadaman pada 16 Mei.
“Kami (UPN) masih baru untuk CBT, kami sudah siapkan matang untuk komputer, server dan jaringan. Teknisi kami juga siapkan, sesuai aturan. Yang masalah adalah jaminan listrik,”terangnya.
Ketua Panlok 50 Surabaya, Yuni Sri Rahayu mengatakan, penyelenggara SBMPTN CBT hanya lima PTN di Panlok 50.
Kelima PTN itu antara lain Unesa, Unair, ITS, UINSA, dan UPN. Panitia pun menyediakan 71 ruang untuk tes berbasis komputer tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sbmptn-seleksi-bersama-masuk-perguruan-tinggi-negeri_20160531_190826.jpg)