Senin, 27 April 2026

Berita Kediri

VIDEO: Sungai Brantas Kediri Mendadak Keruh, Warga Ramai-ramai Berburu Ikan Mabuk

"Ikannya lumayan banyak, saya sudah dapat sekitar 20 kg, tapi masih lebih banyak tahun lalu," ungkap Yitno

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Musahadah

SURYA.co.id I KEDIRI - Ribuan warga berkumpul di bantaran Sungai Brantas Kota Kediri untuk berburu ikan mabuk.

Warga memadati bantaran sungai sambil membawa jaring, jala dan serok, Jumat (14/4/2017).

Banyaknya masyarakat yang mencari ikan karena ada penggelontoran atau flusing di Bendungan Wlingi dan Lodoyo.

Dibukanya pintu di kedua bendungan ini membuat luapan air sungai meningkat.

Kondisi tersebut membuat air Sungai Brantas menjadi keruh karena bercampur dengan lumpur.

Akibatnya ikan-ikan banyak yang mengambang ke permukaan sungai.

Konsentrasi warga yang mencari ikan ini paling banyak ditemukan di bantaran Sungai Brantas selatan Jembatan Lama, Jembatan Brawijaya, Jembatan Semampir serta Bendung Gerak Waruturi, Gampengrejo.

Tanda-tanda penggelontoran sudah sampai di Kota Kediri pada Jumat siang.

Karena debit air mengalami kenaikan serta air sungai berwarna keruh bercampur lumpur.

Masyarakat kemudian ramai-ramai berdiri di tepian sungai sambil membawa berbagai peralatan penangkap ikan.

Pada kondisi air keruh, banyak ikan yang mengambang di permukaan atau menepi.

Masyarakat menyebut penggelontoran ini sebagai plandu. Setiap penggelontoran ini menjadi berkah bagi pencari ikan.

Malahan sekelompok pencari ikan asal Tulungagung setelah menjaring ikan di wilayah Ngunut dan Ngantru kemudian banyak yang bergeser ke Kota Kediri.

"Ikannya lumayan banyak, saya sudah dapat sekitar 20 kg, tapi masih lebih banyak tahun lalu," ungkap Yitno (50).

Jenis ikan yang tertangkap mayoritas Bader, Rengkik dan Wader. Ketiga jenis ikan ini banyak ditemukan di Sungai Brantas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved