Lifestyle

Begini Cara Hamid Nabhan Peringati Hari Bumi yang Diapresiasi Fariz RM

Fariz Rustam Munaf (RM), penyanyi legendaris Indonesia ini mengaku sudah lama mengenal Hamid lewat goresan tangannya.

Begini Cara Hamid Nabhan Peringati Hari Bumi yang Diapresiasi Fariz RM
surya/ahmad pramudito
Hamid Nabhan (kiri) sedang memamerkan buku karyanya, Pohon Sunyi kepada Fariz RM. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelukis senior Surabaya, Hamid Nabhan ternyata punya penggemar yang selalu mengikuti perkembangan karirnya.

Fariz Rustam Munaf (RM), penyanyi legendaris Indonesia ini mengaku sudah lama mengenal Hamid lewat goresan tangannya.

Begitu tahu Hamid menggelar launching buku dan sekaligus pameran lukisan, pria yang dikenal lewat tembang Sakura ini spontan menyatakan kehadirannya.

Tak hanya sebagai penggembira dan menonton karya Hamid, Fariz pun ambil bagian dalam acara menghibur tamu yang diundang di Restaurant The Biliton Surabaya, Rabu (12/4/2017) malam itu.

Ada empat komposisi yang disuguhkan Fariz, yaitu Hasrat dan Cita, Nada Kasih, Sakura, dan Barcelona.

“Saya sebetulnya kan juga pelukis. saya suka melukis meski belum pernah pameran seperti sahabat saya Hamid ini,” ujar Fariz saat ditemui sebelum prosesi pembukaan pameran tunggal karya Hamid Nabhan.

Lulusan ITB Jurusan Seni Rupa ini mengaku tak terlalu fokus pada seni lukis dan pilih ke dunia tarik suara sampai sekarang.

“Saya suka gaya lukis Hamid, karena tidak sama dengan pelukis lainnya. Punya karakter itu yang penting,” tandas Fariz.

Selain itu, Fariz pun memberi apresiasi cara Hamid menyampaikan pesan terkait isu-isu lingkungan yang sangat penting bagi masyarakat luas.

Buku Pohon Sunyi -Antologi Puisi Bumi ini berisi 56 puisi yang mengkritisi ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan, khususnya keberadaan pepohonan di negeri ini.
Senada dengan isi buku, pameran lukisan Hamid pun bernada sama, soal kegersangan pepohonan.

"Hadirnya pohon itu merupakan simbiosis mutualisme bagi makhluk lain. Jika ada pohon rimbun, pasti ada kupu-kupu, kumbang yang membantu penyerbukan pada bunga," papar Hamid.

Rimbunnya pepohonan, lanjut Hamid, juga pasti memancing hadirnya satwa lain seperti burung yang ingin berlindung di balik daun-daunnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved