Berita Banyuwangi
Banyuwangi Luncurkan Satgas Paman Tak Resah, Ini Tugasnya. . .
Satgas akan memastikan apakah makanan-makanan yang dijual itu mengandung zat-zat berbahaya atau tidak
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BANYUWANGI - Maraknya aneka jajanan yang kurang higienis di lingkungan sekolah menjadi perhatian Pemkab Banyuwangi.
Mengantisipasi hal tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan Satgas Paman Tak Resah (Satuan Tugas Pemeriksaan Makanan Jajanan Tak Beracun, Enak, Sehat, Aman dan Higienis).
Satgas ini untuk memastikan makanan yang dijual di lingkungan sekolah tidak mengandung zat berbahaya.
Satgas Paman Tak Resah tersebut diresmikan, di Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, Jumat (7/4/2017).
Menurut Anas, asupan makanan sehari-hari sangat berpengaruh pada kesehatan. Khususnya pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Bila anak-anak mengkonsumsi jajanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia yang berbahaya, ini tidak hanya bahaya bagi kesehatan fisik anak, namun juga akan mengancam tumbuh kembang otaknya,” ujar Anas.
Selama ini, Anas sering melihat banyaknya para penjaja aneka makanan di lingkungan.
Sementara sekolah tidak mengontrol bahan-bahan makanan yang dipakai penjual.
“Untuk itu kami luncurkan satgas Paman Tak Resah. Tugas satgas akan memeriksa kandungan semua makanan yang dijual di dalam maupun luar sekolah," jelas Anas.
”Saat ini tim sudah jalan. Misalnya, beberapa waktu lalu di Genteng Kulon, para penjual makanan yang biasa ada di sekitar sekolah sudah dikumpulkan oleh Puskesmas, dan langsung diberi materi oleh dokter setempat. Jadi ini tidak mematikan para penjual jajanan dengan melarang mereka berjualan, tapi kita mengedukasi agar menyajikan makanan yang sehat bagi anak-anak kita semua. Alhamdulillah respons mereka bagus. Saya yakin, justru dengan meningkatkan higienitas, justru jualan mereka tambah laris,” imbuh Anas.
Kepala Dinas Kesehatan dr Widji Lestariono menambahkan, pemeriksaan jajanan akan dilakukan rutin di tiap sekolah dua bulan sekali.
Apabila sampai ditemukan kandungan zat berbahaya, penjual diberi peringatan dan dilarang berjualan.
Ada empat bahan berbahaya yang jadi perhatian, yaitu Rhodamin B (pewarna tekstil merah), Methanyl Yellow (pewarna tekstil kuning), boraks (pengenyal), dan formalin (pengawet).
“Makanan dengan warna-warna terang memang sangat menarik bagi anak-anak. Maka dari itu satgas akan memastikan apakah makanan-makanan yang dijual itu mengandung zat-zat berbahaya atau tidak,” kata dr Rio, sapaan akrab Lestariono.
Program ini merupakan sinergi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono mengatakan, Satgas Paman Tak Resah dibentuk di seluruh sekolah se-Banyuwangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-banyuwangi_20170407_144429.jpg)