Berita Banyuwangi
Bupati Anas Beri Motivasi : Wisudawan Guru Harus Mau Mengabdi di Desa
Anas memberikan motivasi agar para wisudawan yang mayoritas mahasiswa PGSD dan PGPAUD mau mengabdi ke desa-desa.
Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan kuliah umum, pada sekitar 600 wisudawan Universitas Terbuka (UT) Jember, di kampus Universitas Negeri Jember (Unej), Kamis (6/4/2017).
Dalam kuliahnya itu, Anas memberikan motivasi agar para wisudawan yang mayoritas mahasiswa PGSD dan PGPAUD mau mengabdi ke desa-desa.
"Saat ini sajadah pahala terhampar luas. Guru bisa mendapat banyak pahala apabila mau mengabdi ke desa-desa, untuk mengentaskan buta aksara dan pendidikan anak-anak di desa terpencil," kata Anas.
Anas mengatakan, di Banyuwangi terdapat program Banyuwangi Mengajar, yang merekrut lulusan fresh graduet untuk mengajar ke desa-desa terpencil.
"Ternyata mayoritas mereka yang ikut program Banyuwangi Mengajar, kerasan dan ingin tinggal di sana," kata Anas.
Menurut Anas, persaingan global akan semakin ketat. Karena itu Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah harus disiapkan.
Salah satunya untuk mempersiapkan SDM adalah dengan memberikan pendidikan yang merata hingga ke desa-desa terpencil.
"Apabila guru-guru mau mengabdi ke desa-desa terpencil, selain memberikan pendidikan juga akan mendapat banyak pahala," kata Anas.
Selain Banyuwangi Mengajar, Pemkab Banyuwangi juga memiliki banyak program untuk peningkatan pendidikan seperti Garda Ampuh yang fokus mengatasi anak putus sekolah, Banyuwangi Cerdas yang banyak memberikan beasiswa pada anak-anak yang berprestasi, difabel, hafal Al Qur'an, dan dari keluarga miskin. Selain itu juga banyak program pendidikan lainnya.
Anas juga memberikan pesan agar guru-guru bisa turut menjaga konsumsi anak.
Menurut Anas, pendidikan di sekolah itu penting. Tapi ada satu hal lagi yang penting dan sering lupa diperhatikan adalah jajanan di sekolah.
Karena itu, di Banyuwangi dibentuk Inspektur Cilik, yang bertugas untuk memantau konsumsi anak-anak di sekolah.
Inspektur Cilik dibentuk karena lahir dari keresahan banyaknya jajanan tidak sehat yang dijual di sekolah-sekolah.
Inspektur Cilik terdiri siswa sekolah yang bertugas mengawasi makanan dan minuman di lingkungan sekolah mereka sendiri.
Anas mengatakan sengaja membentuk inspektur cilik karena makanan dan minuman tidak sehat banyak beredar di lingkungan sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-wisuda-banyuwangi_20170406_160832.jpg)