Selasa, 21 April 2026

Persona

Layyallin Muntaz, Atur Pola Hidup Untuk Langgengnya Karir Modeling

Bagi Layyalin Muntaz, konsekuensi dari berkarir di dunia modeling adalah harus menjaga pola hidup, termasuk untuk urusan makan dan olahraga.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Achmad Pramudito
Layyallin Muntaz 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sadar punya potensi menjadi model yang disukai para fotografer, membuat Layyallin Muntaz tak bisa sembarangan menjalani hidupnya.

Kini keseharian gadis asal Malang ini benar-benar tertata, baik soal pola makan maupun jadwal untuk olahraga. 

“Paling nggak sit up dan juga sempatkan nge-gym seminggu sekali,” tutur Layyallin kepada Surya usai mengisi sesi foto yang digelar Godfather Production di D’Kampoeng Surabaya Town Square pekan lalu.

Lulusan SMAN Pagak Malang ini beruntung dirinya tak ada pantangan makanan. Sehingga apa pun yang ada di hadapannya bisa langsung disantap.

“Tapi saya paling doyan cap cay,” kata pemilik tinggi 160 cm dan berat 44 kg ini.

Untuk mengimbangi jadwal yang padat, kata Layyallin, menu yang ‘wajib’ dan tak boleh terlewatkan adalah air putih. “Jadi sederhana saja. Asupan air putih harus dalam takaran cukup,” ungkapnya tanpa menyebut jumlah yang pasti.

Begitu lulus SMA, Layyallin sebetulnya sempat kerja di Gramedia Malang selama enam bulan. Namun, lantaran permintaan menjadi model cukup tinggi maka dia pun harus memilih.

Dan kini Layyallin pun laris manis sebagai foto model dengan jam terbang cukup tinggi.

Selain di kawasan Kabupaten dan Kota Malang, agenda Layyallin juga kerap tampil di Surabaya dan Madura. “Bahkan pernah pula ikut gabung di acara workshop tentang fotografi di Lombok atau Kalimantan,” katanya.

Gadis kelahiran 6 Mei 1997 ini mengaku potensi sebagai model dijalani secara otodidak. Dia juga tak segan dan malu untuk belajar pada model lain yang sudah lebih senior.

“Tak jarang kalau pas mengisi di acara-acara itu aku ngobrol dengan mereka yang sudah lebih lama jadi model. Aku banyak tanya suka dukanya seperti apa buat pegangan aku juga,” urainya.

Namun, rupanya Layyallin sadar dunia yang digeluti tidaknya langgeng. Karena itu pula, kesempatan yang dia peroleh sekarang tidak dia sia-siakan untuk mengumpulkan modal demi targetnya yang lain.

“Aku ingin punya usaha sendiri, jika nanti sudah tak lagi laku jadi model,” ucapnya.

Ditanya lebih lanjut, Layyallin enggan memberi rincian keinginan besarnya itu. Dia hanya menyatakan, modal yang dia kumpulkan tidak hanya dari aktivitas berpose di hadapan puluhan bahkan ratusan kamera fotografer.

Sebagai model yang sudah cukup lama malang melintang di dunia entertainment, dia rupanya juga jadi incaran banyak perusahaan fashion.

“Saya sering di-endorse untuk produk baju atau skincare. Lumayan kan honornya per-produk yang tayang di sosmed (sosial media) aku,” imbuhnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved