Senin, 13 April 2026

Liputan Khusus MERR dan OERR

VIDEO - Harga Tanah di Surabaya Menggila, Capai Rp 30 Juta Per Meter Persegi

Saat ini, harga tanah di pinggir proyek MERR bisa tembus Rp 20 juta per meter persegi.

video: pipit/afla/syamsul

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana pembangunan Middle East Ring Road (MERR) II C dan Outer East Ring Road (OERR) atau Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) di kawasan Gununganyar, Surabaya, membuat harga tanah di wilayah itu melambung tinggi sejak lima tahun terakhir.

Saat ini, harga tanah di pinggir proyek MERR bisa tembus Rp 20 juta per meter persegi (m2).

"Sekarang harganya gila-gilaan. Tanah kavling ukuran 10 meter x 20 meter di pinggir (nol) jalan cor bisa tembus Rp 700 juta," kata Siswoyo (65), warga RT 1 RW 4 Kelurahan Gununganyar Tambak, Kecamatan Gununganyar, Surabaya, Kamis (30/3/2017).

Kondisi itu jauh berbeda dengan pengalaman Siswoyo ketika membeli tanah sekitar 12 tahun lalu.

Pada 2005, ia membeli tanah kavling ukuran 10 m x 20 m di Gununganyar Tambak hanya seharga Rp 20 juta.

Namun, tanah kavling itu masih berupa tambak dan surat tanahnya berupa petok D.

"Awal mula tinggal di sini baru ada lima rumah. Sekarang sudah ada hampir 50 rumah," ujarnya.

Lokasi rumah Siswoyo hanya berjarak sekitar 100 meter dari rencana pembangunan JLLT.
Tetapi, ketika memilih beli tanah di wilayah itu, ia belum tahun ada rencana pembangunan JLLT.

Ia baru tahu ada rencana pembangunan JLLT sekitar 2010. Ketika itu mulai banyak orang mencari tanah di wilayah itu.

Kawasan itu mulai bertambah ramai setelah ada pengembang besar PT Sipoa Group masuk.
Apalagi Sipoa sudah membuat jalan cor di kawasan itu yang diklaim menyambung dengan proyek JLLT (OERR).

Kondisi itu membuat pengembang-pengembang kecil juga berburu lahan di sana.

Pengembang kecil membeli tambak dari warga lalu dijual kavlingan. Hal itu terlihat dari banyaknya papan pengumuman "jual tanah" yang ditancapkan di lokasi.

Ada juga pengembang kecil yang membangun rumah di tanah kavling lalu dijual lagi.

Seperti yang dilakukan Bagiyo, warga Wiguna. Ia baru saja membeli tanah kavling di kawasan itu sebulan lalu.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved