Sambang Kampung
VIDEO - Kampung Kenjeran: Kerajinan Kerangnya Tembus Pasar Malaysia dan Korea
Perajin kerang mulai bermunculan di kampung ini sejak tahun 1980an. Daya tarik wisata dan kearifan lokal ditinjolkan.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
Reportase: Sulivi Sofiana
Editor video : Dodo HW
SURYA.co.id | SURABAYA - Berkunjung ke kawasan pesisir pantai selalu tak lepas dari cinderamata aneka kerang. Hal ini juga tampak di sepanjang jalan raya Kenjeran, jajaran outlet kerajinan ini akan terlihat setelah melewati perkampungan yang menjual beragam olahan kerupuk.
Dari arah kantor kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, pengunjung harus menuju area wisata Bulak dengan belok ke kanan.
Nah, di sepanjang jalan menuju pantai ria kenjeran ini tampak outlet warga yang menjual beragam kerajinan kerang. Dari cangkang atau tempurung kerang.
Diolah menjadi berbagai produk cinderamata. Antara lain, tirai, souvenir patung kecil, kalung, tempat pensil dan masih banyak lagi.
Perajin kerang mulai bermunculan di kampung ini sejak tahun 1980an. Daya tarik wisata dan kearifan lokal yang ditinjolkan membuat warga berkreasi dengan kerang.
Apalagi kerang yang mereka gunakan terbilang gampang dicari. Di pantai Kenjeran, kerang banyak ditemukan di sepanjang pantai. Kadang, ada juga perajin yang membeli dari nelayan. Biasanya kerang dari nelayan memiliki bentuk yang lebih unik dan berukuran besar.
Meskipun kerang yang diperoleh tidak seindah dari lautan dalam, para perajin cinderamata kerang di Kenjeran tak lantas patah arang. Mereka berusaha maksimal mengkreasikan semaksimal mungkin, hingga menjadi produk cinderamata yang menarik dan berkesan.
"Kami selalu terpacu untuk membuatnya semenarik mungkin agar produk ini tetap laku dan membuat para wisatawan senang," ungkap Nasiyati (64), pengrajin kerang sejak 1981 ini.
Mak Ti, sapaan akrab wanita ini berkisah memulai pembuatan kerajinan kerang karena melihat banyaknya kerang di area tempat tinggalnya tersebut. Berbekal keahlihan membuat kerajinan dari bahan bekas, iapun mencoba membuat hiasan dengan kerang.
“Saya cuci kerang-kerang yang ada di pantai, kemudian saya coba buat kucing-kucingan, orang-orangan. Saya jual di sekolah, eh banyak uang suka dan banyak yang pesan,”kenangnya.
Banyaknya pesanan membuatnya harus menambah bahan baku, iapun mulai membeli kerang dari nelayan dan pemasok kerang dari daerah lain. Semakin unik kerangnya maka semakin mahal pula harganya.
Namun, menurutnya dengan kerang yang biasa ada di Kenjeran ia juga telah mampu membuat beragam jenis hiasan.
“Karena banyak pengunjung, maka pembelinya juga macam-macam. Ada yang dari Philipina juga, tapi nggak lanjut beli, karena dibawa pakai kapal dan dikemas sembarangan jadinya hancur,” jelas warga keturunan Madura ini.