Berita Banyuwangi
Silapar Buku, Cara Pemkab Banyuwangi Membangun Budaya Membaca Warganya
Meskipun layanan Silapar Buku merupakan layanan berbasis online, namun tidak serta merta menghilangkan interaksi langsung antara masyarakat dan perpus
Penulis: Haorrahman | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I BANYUWANGI - Banyuwangi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat.
Terbaru, adalah program layanan online Sistem Aplikasi Layanan Pesan Antar (Silapar) Buku.
Program ini memberikan pelayanan antar buku bagi masyarakat hanya dengan memesannya lewat telepon seluler berbasis android.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah daerah ingin menghidupkan kembali budaya literasi di masyarakat.
Ini merupakan sebuah tantangan yang cukup berat karena masyarakat sekarang lebih senang membaca informasi lewat internet.
“Membangun budaya membaca menjadi tantangan buat kita. Tapi tetap harus dicoba, makanya kita ingin memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses buku-buku di perpustakaan khususnya untuk peminjaman lewat layanan ini. Sangat memudahkan, saya bahkan sudah mencoba pesan buku lewat aplikasi ini dan sudah diantarkan ke rumah,” kata Anas, Rabu (15/3).
Anas menambahkan, meskipun layanan Silapar Buku merupakan layanan berbasis online, namun tidak serta merta menghilangkan interaksi langsung antara masyarakat dan perpustakaan. Sebab tetap ada proses bagi peminjam buku untuk mengembalikan buku yang dipinjamnya ke perpustakaan.
“Kami tidak ingin dengan aplikasi ini, seseorang tidak lagi pergi ke perpustakaan, aplikasi ini justru untuk mendorong orang-orang mau mengunjungi perpustakaan,” kata Anas.
Kepala Dinas Perpustakaan Banyuwangi, Abdul Kadir mengatakan, untuk bisa mendapatkan layanan Silapar Buku, setiap orang harus mendownload aplikasi ini terlebih dahulu melalui google playstore dan mendaftar secara online.
“Setelah itu, untuk aktivasi silahkan datang ke perpustakaan daerah sekaligus untuk konfirmasi dan melakukan photo session guna mendapatkan kartu anggota. Durasinya tidak lama dan bisa ditunggu,” terang Kadir.
Kadir menjelaskan, meskipun merupakan aplikasi online, pengguna layanan ini tetap harus berkunjung ke perpustakaan untuk menjamin keaslian identitas peminjam sebelum aktivasi. Sekaligus untuk mendekatkan perpustakaan pada masyarakat.
“Pada intinya, teknologi hanya pendukung. Tapi kami tidak melupakan sistem konvensional perpustakaan itu sendiri. Jadi tak hanya trend jumlah anggota perpustakaan yang mengalami kenaikan, tetapi juga pengunjung,” terang Kadir.
Untuk daerah pelayanan sementara baru menjangkau kawasan kota Banyuwangi. Waktu pemesanan online bisa kapan saja, tapi proses pengirimannya menyesuaikan jam kerja. Untuk pemesanan pukul 07.00-11.00 WIB, buku akan diantar diatas jam 11.00 siang. Sedangkan pemesanan diatas jam 11.00 WIB akan diantar keseokan harinya.
“Ada petugas khusus yang mengantarkan buku-buku tersebut ke rumah si pemesan dengan mengendarai kendaraan operasional berupa sepeda motor,” ujar Kadir
Sementara itu untuk pengembalian bukunya, pemesan mengembalikan dengan datang langsung ke perpustakaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/silapar-buku_20170315_143221.jpg)