Profil
Elly Sagita: Kuku Cantik dan Sehat dengan Nail Art
Wanita yang belajar nail art di Negeri Tiongkok ini berprinsip kuku cantik juga harus sehat, karena itu bahan-bahan yang digunakan pun harus yang aman
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Ilmu itu tak akan habis meski dibagikan pada orang lain. Prinsip itu pula yang melandasi Elly Sagita ketika membuka kelas nail salon.
"Banyak yang ingin belajar, tapi mereka bingung mulai dari mana? Kalau pun ikut sekolah, sekolahnya dimana? Akhirnya kepikiranlah membuka sekolah nail art sendiri," begitu tutur Elly.
Alasan lain membuka sekolah nail art, karena Elly ingin mengajarkan tahapan perawatan kuku yang benar dan cara memilih bahan untuk nail art.
“Sebab tak semua bahan nail art bisa aman untuk kuku,” tegas perempuan kelahiran 17 Desember 1983 ini.
Edukasi inilah yang terus diterapkan oleh Elly.
Wanita yang belajar nail art di Negeri Tiongkok ini berprinsip kuku cantik juga harus sehat, karena itu bahan-bahan yang digunakan pun harus yang aman.
“Jangan sampai kelihatan cantik tetapi kemudian kuku kering atau hasil cat nail art mudah mengelupas,” beber alumnus Jurusan S1 Manajemen Universitas Widya Mandala ini.
Diakui Elly, dia tak pernah mengambil banyak murid. Sebab, dia ingin bisa lebih fokus menularkan ilmunya.
Apalagi nail art adalah seni yang cepat mengalami perubahan tren sehingga dia pun harus mengajarkan satu per satu tentang tren tersebut.
“Biasanya tak sampai satu tahun sudah banyak yang bisa melakukan perawatan kuku dengan baik. Bahkan jika ingin short course juga tersedia dalam waktu satu bulan,” ujarnya.
Menurut Elly, ketertarikannya belajar nail art ini bermula dari hobi mempercantik kuku. Dan Tiongkok yang jadi tujuannya belajar pun punya alasan khusus.
“Nail art di sana (Tiongkok) tidak kalah menarik dari nail art asal Korea yang cukup boming di pasaran,” tandasnya.
Selain memperdalam ilmu di Tiongkok, Elly juga belajar sendiri terkait tren nail art, serta banyak bertanya pada teman-temannya yang sudah lebih senior di bidang seni mempercantik kuku tersebut.
Ketika memberanikan diri membuka nail salon pada tahun 2009, nail art belum terlalu boming seperti sekarang.
Elly tetap nekat karena yakin jika nail art tidak dikenalkan tentu masyarakat tidak bakal tahu tentang keindahan kuku yang dipoles dengan teknik nail art.
"Nail art sudah ada sejak lama, tapi harganya mahal banget. Setelah pulang dari Tionghoa saya langsung buka dengan harga terjangkau supaya orang yang penasaran dengan nail art mau mencoba. Lambat laun akhirnya orang makin kenal nail art," kata Elly.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/nail-art-elly-sagita_20170313_201437.jpg)