Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Raya

Pertama di Indonesia, SMKN 6 Malang Launching Eco Corner

Di Eco Corner Aksata itu nantinya ada guru dan siswa SMKN 6 yang memberikan konsultasi gratis mengenai pengelolaan sampah.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Yuli
neneng uswatun hasanah
Launching Eco Corner Aksata SMKN 6 Malang, Sabtu (4/3/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - SMKN 6 Malang meluncurkan Eco Corner Aksata, Sabtu (4/3/2017). Eco Corner yang merupakan tempat pelayanan masyarakat dan lembaga pendidikan dalam hal pengelolaan lingkungan itu menurut Kepala SMKN 6, Eko Pudjimartono adalah yang pertama di Indonesia.

"Di Eco Corner Aksata itu nantinya ada guru dan siswa SMKN 6 yang memberikan konsultasi gratis mengenai pengelolaan sampah di masyarakat," jelasnya pada SURYAMALANG.COM.

SMKN 6 Malang sudah berkali-kali menjuarai kompetisi green school dan ingin membagikan kiat-kiat penanganan sampah di sekolah pada sekolah-sekolah lain di Kota Malang. Acara launching hari itu dihadiri oleh 23 sekolah jenjang SD-SMA/SMK di Kota Malang.

"Banyak pertanyaan dari sekolah lain karena SMKN 6 tidak mempunyai halaman dan banyak pohon namun bisa menjuarai green school," katanya.

Konsultasi yang diberikan oleh guru dan siswa SMKN 6 di Eco Corner Aksata antara lain adalah menghitung daya energi sampah, pemetaan lingkungan, antisipasi perubahan iklim, dan menganalisa masalah lingkungan.

Selama ini, siswa SMKN 6 sudah aktif menganalisa dan mencari solusi permasalahan sampah dan energi di lingkungan sekolah. "Salah satu upaya mereka adalah setiap pulang sekolah berkeliling dan memadamkan lampu atau LCD yang belum dimatikan. Rekening listrik yang menurun menjadi indikator keberhasilan pengendalian energi yang siswa lakukan," terangnya.

Selain itu, siswa juga membuat bank sampah dengan mengumpulkan sampah yang kemudian dijual dan hasilnya menjadi hak tiap siswa. Dwi Ari Purnomoaji Rondonuwu, siswa kelas X jurusan Teknik Komputer Jaringan misalnya, bisa mengumpulkan hingga dua karung botol plastik setiap minggunya.

"Jika botol plastik diremas dan dijadikan eco brick, nilai jualnya cukup tinggi. Hasil penjualannya saya gunakan untuk membayar uang sekolah," ujar Ari.

SMKN 6 juga mempersiapkan diri mengikuti ajang Asean Eco School 2017. "Bahan seleksi berupa video sudah kami kirimkan ke panitia," ujar Eko.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved