Jumat, 17 April 2026

Wisata Syariah Pulau Santen

Wisata Syariah Pulau Santen Dikelola ala Keroyokan, Begini Konsepnya

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengusung konsep kerja keroyokan dalam pengembangan wisata syariah Pulau Santen. Begini maksudnya...

Penulis: Haorrahman | Editor: Eben Haezer Panca
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi saat melaunching Pulau Santen, sebagai Syariah Beach Banyuwangi yang berkonsep halal tourism. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Pulau Santen secara resmi dilaunching untuk wisata Pantai Syariah, Kamis (2/3/2017). Konsep yang disung tak hanya komersial, tetapi juga mengutamakan pemberdayaan warga. Penataan kawasan ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan wisata sekaligus penguatan sosial ekonomi warga.

Keberadaan pantai ini kian menegaskan, Banyuwangi sebagai daerah wisata dengan sektor pariwisata maritim.

Pantai ini merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan yang dilakukan Banyuwangi, untuk mengembangkan pariwisata maritim.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, inovasi ini merupakan langkah untuk mensegmentasi wisata.

”Wisata butuh segmentasi. Kawasan Pulau Santen merupakan destinasi wisata yang mengusung konsep halal tourism,” kata Anas.

Anas mengatakan halal tourism kini berkembang di berbagai negara. Finlndia, Australia, Kanada, Inggris, Perancis dan negara-negara wisata lainnya mengembangkan halal tourism.

Bahkan, Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim justru bisa dibilang tertinggal dalam mengembangkan halal tourism.

Dalam hal ini, Anas jeli, memanfaatkan daerahnya yang memiliki potensi di bidang maritim, dengan membuat pantai syariah yang dikhususkan untuk wanita. Pulau Santen menjadi pantai syariah pertama di Indonesia.

Namun Anas menyadari, dalam membangun wisata maritim, sumber daya manusia (SDM), di kawasan itu harus ditingkatkan.

Bupati berusia 43 tahun itu, mengitruksikan penataan Pulau Santen dilakukan secara keroyokan oleh semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Banyuwangi, beserta elemen masyarakat lainnya.

Dia menyebut, kerja 'keroyokan' semacam ini sangat efektif untuk mempercepat pembangunan karena semua elemen dilibatkan.

”Jadi ini bukan melulu soal pariwisata, tapi sekaligus penguatan sosial-ekonomi warga,” ujarnya.

Penetapan Pulau Santen sebagai pantai syariah bukan tanpa alasan. Anas menginginkan, dengan ditetapkan Pulau Santen sebagai pantai syariah, turut meningkatkan kualitas SDM di kawasan ini.

Kawasan ini dulu terkenal sebagai tempat lokalisasi. Karena tidak jauh dari pulau ini, dulu pernah ada lokalisasi Pakem, dan telah resmi ditutup sejak 2013 lalu.

"Dulu image di daerah ini terkenal sebagai tempat lokalisasi," kata Anas.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved