Berita Ekonomi Bisnis
SMF Gandeng Perusahaan Multifinance Salurkan KPR Tanpa lewat Bank
"Bank itu kan cenderung memberikan pembiayaan bagi masyarakat yang fixed income, yang punya slip gaji. Yang tidak punya slip gaji ini tanda tanya."
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pembiayaan, mulai melirik program pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tanpa melalui perbankan.
Mereka menggandeng lima perusahaan Multifinance untuk penyalurannya.
Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo menyebutkan, langkah itu dilakukan untuk mengurangi angka backlog rumah di Indonesia yang juga belum terpenuhi.
"Bank itu kan cenderung memberikan pembiayaan bagi masyarakat yang fixed income, yang punya slip gaji. Yang tidak punya slip gaji ini tanda tanya, siapa yang mau memberikan pinjaman. Untuk itu kami mulai menggandeng perusahaan multifinance untuk menyalurkan kredit KPR," kata Heliantopo saat acara Diskusi Media 2017 Jaring Wartawan Ekonomi Surabaya-Semarang, bertema "KPR SMF dan realisasi program 1 juta rumah", Senin (27/2/2017).
Lebih lanjut Heliantopo, menambahkan, besarnya angka backlog rumah di Indonesia menjadi salah satu ceruk pasar cukup menggiurkan bagi pembiayaan KPR.
Saat ini pembiayan KPR masih didominasi oleh pihak perbankan yang hanya berani memberikannya kepada masyarakat yang memiliki penghasilan tetap yang dibuktikan dengan adanya slip gaji (fixed income).
"Sementara masyarakat yang bekerja secara mandiri dan tidak memiliki slip gaji (non fixed income) masih belum tersentuh sama sekali," tambahnya.
Lima perusahaan multifinance yang sudah digandeng adalah CSUL Finance, Indomobil Multifinance (IMFI), Verena Multifinance dan MNC Finance.
Kelima perusahaan tersebut akan menjadi pilot project SMF dalam memberikan pembiayaan KPR yang akan lebih berkosentrasi menggarap pasar KPR masyarakat non fixed income.
"Tipologi perusahaan multifinance itu agresif, mereka akan sangat antusias menjaring konsumen," lanjutnya.
Tahap awal, target penyaluran pinjaman untuk lima perusahaan finance tersebut tidak besar, hanya sekitar Rp 100 miliar. Karena untuk memberikan KPR tidak sama dengan memberikan kredit kendaraan bermotor.
Mereka harus lebih teliti, harus melihat berapa pendapatan perharinya, berapa pendapatan perbulannya dan juga berapa kemampuan mereka membayar cicilan.
Tetapi ini akan menjadi proyek percontohan, dimana keberhasilan dari program ini akan menjadi acuan bagi seluruh perusahaan multifinance yang ada.
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa di tahun 2017 ini SMF berkonsentrasi dalam mempeluas segmen penyaluran pinjaman kepada Bank Pemerintah Daerah (BPD) dan perusahaan multifinance.
"Jika tahun lalu yang mendominasi adalah perbankan umum dan BPD hanya berkontribusi sebesar 17 persen, maka tahun ini BPD ditargetkan naik menjadi 25 persen," jelas Ananta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sidoarjo-perumahan-aliran-pdam_20160824_081944.jpg)