Sabtu, 18 April 2026

Berita Surabaya

Industri Keluhkan Sulitnya Komunikasi Dengan Sekolah

BKK cenderung mempertanyakan biaya yang harus dibayar siswa untuk mengikuti kegiatan di perusahaan.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/habibur rohman
Berbagai proses pelajaran di SMKN 12 Surabaya, Rabu (8/2/2017). SMKN 12 memiliki 15 jurusan dengan 2418 siswa dan 250 tim pengajar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Instruksi presiden untuk menjalin kerjasama antara industri dan SMK mulai dilaksanakan oleh industri di Jatim.

Industri diminta memilih minimal 5 sekolah untuk dibina. Sayangnya tidak semua sekolah memberikan respon akan kinerja Industri.

Irawan , Exim Manager PT Dwi Prima Sentosa, Mojokerto menjelaskan sekolah yang akan dibina tidak proaktif.

Padahal perusahaan yang memproduksi sandal ini yang diminta memilih sekolah binaan.

Pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan 5 sekolah untuk kerjasama memakai MoU.

MoU selama 5 tahun ini diharapkan bisa ditangani langsung oleh kepala sekolah.

Komunikasi hanya dilakukan dengan bidnag Bursa Kerja khusus di sekolah.

“Saya sampai sekarang belum bertemu dengan kepala sekolah, padahal tanggal 28 Februari harus diresmikan. Padahal ini juga untuk kepentingan sekolah,” ungkapnya dalam Sinkronisasi Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri dengan SMK di Dinas Pendidikan Jatim,Kamis (23/2/2017).

Kesulitan komunikasi juga berdampak pada komunikasi antara sekolah dan perusahaan.

Dikatakannya, BKK cenderung mempertanyakan biaya yang harus dibayar siswa untuk mengikuti kegiatan di perusahaan.

Padahal perusahaan memberikan fasilitas gratis untuk kegiatan siswa di pabrik termasuk konsumsinya.

“Malah sekolah akhirnya minta kontribusi perusahaan pada kami. Dan dari 5 sekolah yang saya pilih, tidak ada yang ditemui kepala sekolah,”ungkapnya.

Hal serupa dialami CV Bintang Selatan yang memproduksi sofa dan furnitur rotan.

Dikatakan Liem Laurentinus, perwakilan CV Bintang selatan yang sudah memilih sekolah calon kerjasama. Daftar sekolah tersebut didapat dari pemerintah provinsi.

“Kedepannya ia berharap sekolahyang harus menentukan industri yang akan diajak kerjasama. Karena ini untuk kepentingan sekolah juga,”lanjutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved