Kamis, 9 April 2026

Berita Surabaya

Penerima Nobel Yakin Indonesia Mampu Bertahan Dalam Globalisasi

Prof Robert F Engle III, penerima nobel ekonomi 2003 menilai Indonesia memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah globalisasi. Ini penjelasannya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
risk.net
Robert Engle, peraih nobel ekonomi tahun 2003 bakal mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Airlangga. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Robert F Engle III menilai Indonesia masih memiliki kemampuan bertahan di tengah adanya kebijakan proteksi dari sejumlah negara besar.

Hal ini disampaikannya saat hadir dalam kuliah tamu berjudul 'The Prospects for Global Financial Stability' yang digelar di Universitas Airlangga, Senin (20/2/2017).

Menurut penerima nobel ekonomi pada 2003 tersebut, globalisasi telah memperluas hubungan antar negara, baik di bidang sosial maupun perekonomian.

Hanya saja, sejumlah negara besar masih menerapkan proteksi perdagangan. salah satunya, Amerika Serikat.

“Indonesia akan tetap bisa bertahan meskipun ada proteksi negara lain, karena potensi Indonesia yang besar. Walaupun perekonomian pasti turun,” jelas pria yang kini menjabat sebagai Direktur Institut Volatilitas Stern,Universitas New York (NYU).

Kebijakan proteksi, menurut Engle, tidak akan baik bagi perkembangan globalisasi. Namun, bagi negara besar yang sudah mampu mencukupi kebutuhannya, proteksi adalah sesuatu yang wajar.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Engle, sapaan akrab pria yang juga salah satu pendiri dan presiden dari The Society for Financial Econometrics (SoFiE), dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Unair.

Bagi penerima novel, gelar Doktor Kehormatan semacam ini adalah yang pertama kalinya diberikan oleh Unair.

“Penghargaan Nobel bagi saya semua orang pasti sangat istimewa. Demikian juga saya, apalagi dengan pemberian gelar doktor kehormatan Unair,”lanjutnya.

Ia berharap ilmu yang ia miliki dapat memberikan perubahan pada dunia. Meskipun kecil namun bisa memperbaiki kondisi masyarakat dunia.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengatakan, gelar doktor kehormatan diberikan kepada Engle karena kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan. Kontribusi itu pula yang menjadikannya sebagai penerima nobel ekonomi pada 2003.

Prof Engle bersama dengan Prof Clive Granger dari University of California San Diego (UCSD) menerima nobel ekonomi dengan mengembangkan metode analisis rangkaian waktu ekonomi dengan volatilitas yang bervariasi dengan waktu

Prof Engle merupakan pengajar dan peneliti di Stern School of Business, NYU. Ia juga anggota National Academy of Science dan Dewan Penasihat International Peace Foundation.

"Kontribusi luar biasa yang dilakukannya dalam bidang ekonomi, khususnya dalam menyiapkan pirantinya agar bangsa-bangsa bisa memproduksi dan melihat prospek untuk menjaga stabilitas finasial ekonominya pada masa yang akan datang," jelasnya.

Nasih menjelaskan, piranti yang dimaksud adalah berupa Sains. Menurutnya ilmu yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved