Berita Malang Raya
VIDEO - Saat Kesurupan, Pelajar SMP di Malang Mendadak Jago Bahasa Inggris
Sejumlah pelajar di SMPN 2 Malang kesurupan. Uniknya, saat kesurupan, ada pelajar yang tiba-tiba jago berbahasa Inggris.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MALANG - Siswa SMPN 2 Kota Malang yang mengalami kesurupan, Kamis (16/2/2017), menunjukkan kelakuan yang berbeda-beda.
Ada yang tiba-tiba jadi jago berbicara menggunakan bahasa Inggris. Ada juga yang ingin ke pohon mangga di sekolah.
"Ada juga yang misuh-misuh. Omongannya kasar. Ada juga yang menangis," tutur Ustaz Isa kepada Surya.co.id usai penanganan siswa kesurupan di SMPN 2, Kamis sore.
Isa melanjutkan, yang dia ingat ada korban yang ketika ditanya, merasa sedang tidur. Selain itu, ada semacam dialog menggunakan bahasa Inggris antara dua pelajar yang sama-sama kesurupan. Padahal sehari-hari, siswa tersebut bukanlah siswa yang fasih berbahasa Inggris
"Anaknya sehari-hari biasa. Ini bisa jadi berbahasa Inggris. Guru bahasa Inggris saja sampai kewalahan," kata Sri Nuryani, Kepala SMPN 2 Kota Malang.
Dalam percakapan menggunakan bahasa Inggris yang berlangsung saat kesurupan, seorang bocah mengolok bocah lain karena berkulit hitam.
"Ya mungkin itu jinnya bermusuhan," ujar ustaz.
Sedang menurut Sadimin, guru matematika kelas 9 menyatakan ia sempat dibanting seorang muridnya yang kesurupan.
"Anaknya itu kecil (kurus). Tapi bisa membanting saya," ceritanya.
Diceritakan dia, ada satu siswa yang minta ke pohon mangga di halaman samping sekolah.
"Ini pohonnya. Sebenarnya ini bukan pohon tua. Tapi tadi ada yang minta ke sini," tutur Sadimin.
Informasinya, pohon itu memang wingit. Sementara pohon tertua di sekolah itu ada di tengah halaman sekolah dekat lapangan. Ia sendiri saat mengajar di kelas 9G ada seorang siswanya yang terkena.
"Kata anaknya ada (jin) di belakang," tutur dia.
Sedangkan menurut kasek, selama menjabat, baru sekali ini ada kejadian kesurupan. Sebelumnya, informasi yang ia terima, fenomena yang sama juga pernah terjadi sebelumnya.
"Awalnya saya menduga karena ada renovasi di kantor SMPN Terbuka. Tapi jin-nya kok gak kesana," tutur Sri.
Menurut dia, renovasi dilakukan untuk menambah dua kelas. Sehingga siswa SMPN Terbuka 1 bisa masuk pagi semua pada tahun ajaran baru 2017/2018.
"Selama ini kan ada yang masuk siang," tuturnya.