Senin, 11 Mei 2026

Citizen Reporter

Membuat Jam Matahari di Kampung Dolanan Kenjeran Surabaya

dari barang-barang sederhana, anak-anak di kampung dolanan Kenjeran ini belajar menghargai waktu dengan membuat jam matahari ...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
istimewa
jam matahari 

Reportase Mustofa Sam
Aktivis Sosial

DAHULU, orang menggunakan matahari sebagai penunjuk waktu untuk beraktivitas. Itulah yang disebut dengan jam matahari atau sundial yang merupakan perangkat sederhana untuk menunjukkan waktu berdasarkan pergerakan matahari.

Jam matahari merupakan penunjuk waktu yang sangat kuno. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan jam matahari ini ditemukan namun kebanyakan jam matahari berasal dari Yunani yang ditemukan oleh Chaldean Beroris yang hidup sekitar 340 SM.

Minggu (29/1/2017) di langgar terop, Kenjeran IV-C Surabaya inilah jam matahari itu dikenalkan oleh komunitas Surabaya Astronomy Club (SAC) kepada anak-anak di sana. Karang Taruna RT04/RW02 Kenjeran ini ingin memberikan wawasan terhadap anak-anak tentang dunia astronomi berupa jam matahari, pengamatan bulan dan bintang melalui telescope.

Saat acara berlangsung, hujan mengguyur kampung ini, namun tak menyurutkan semangat mereka untuk belajar membuat jam matahari. Antusiasme anak-anak pun sangat tinggi karena setiap anak diarahkan untuk membuat jam matahari karya mereka sendiri.

Dengan alat seadanya, kertas yang sudah tercetak model jam matahari, kertas buffalo, gunting, penggaris, lem, lidi dan plastisin atau malam, mereka sudah bisa membuat jam matahari. Mereka juga bisa mempraktikkannya setiap ada matahari dengan penjelasan waktu pada jam matahari tergantung pada bayangan yang muncul.

Tak hanya mengajarkan tentang jam matahari, SAC juga membawa telescope dan menerangkan bagian per bagian dan fungsinya kepada anak-anak.

Ke depan, Karang Taruna Kenjeran Surabaya ini berharap bisa segera merealisasikan mimpi mewujudkan kampung dolanan. Mereka mulai mengumpulkan satu demi satu dolanan yang ada untuk dipamerkan di Star Party Dolanan.

Sedikitnya ada 20 jenis permainan tradisional yang dipamerkan dengan total 40 permainan tradisional yang bisa dikenalkan kepada anak-anak, warga kampung, SAC dan undangan yang datang.

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved