Sabtu, 2 Mei 2026

Liputan Khusus Lubang Jalan Maut

Aksi Warga Lihat Jalan Berlubang dan Rusak : Tambal Pakai Tanah Galian

Ada yang membawa cangkul. Ada pula yang membawa sekop. Beberapa di antara mereka juga terlihat menenteng ember berisi penuh tanah.

Tayang:
surya/bobby constantine kolloway
Warga sekitar Jalan Balongbendo menambal jalan secara swadaya, Kamis (2/2/2017). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sudah tak terhitung jumlah korban yang terperosok akibat lubang di jalur nasional.

Hal inilah yang membuat Sugiyanto dan kawan-kawan beraksi solidaritas menambal jalan rusak di wilayahnya secara swadaya.

Matahari tepat berada di atas kepala saat Surya melintas jalan Sidoarjo-Mojokerto. Saat itu sekitar pukul 12.00 WIB. Usai melalui by pass Krian, tibalah di jalan Balongbendo.

Berbeda dari ruas jalan sebelumnya, di titik ini ada beberapa ruas jalan bergelombang hingga berlubang.

Diameter lubangnya pun bermacam-macam. Ada yang 20 cm hingga 50 cm.

Apabila masuk di lubang itu dengan kecepatan tinggi, bisa dipastikan akan terjatuh.

Sehingga, untuk menghindari "jebakan" lubang itu, pengendara harus menurunkan kecepatan.

Sekitar 15 menit masuk jalur Balongbendo, tampak enam orang berada di tengah jalan.
Awalnya, terlihat seperti orang yang sedang menolong korban kecelakaan. Namun, ternyata bukan.

Mayoritas dari mereka menggunakan kaos seadanya. Bahkan, ada pula yang bertelanjang dada.

Satu orang terlihat menggunakan kaos yang justru diikatkan di kepala, menjadi sebuah topeng.

Mereka tak mempedulikan terik matahari yang semakin lama membakar kulit mereka yang gelap.

Ada yang membawa cangkul. Ada pula yang membawa sekop. Beberapa di antara mereka juga terlihat menenteng ember berisi penuh tanah.

"Buak nang bolongan sing iki ae (Buang di lubang yang ini saja)," ujar seorang pria yang bernama Pariono kepada rekannya yang sedang membawa ember itu sambil menunjuk lubang yang melintang di tengah jalan itu.

Tak lama, rekan ini menuruti perintah Pariono atau yang akrab dipanggil Cak Par.

Isi ember itu ternyata bukan hanya tanah. Sebagian adalah batu dan pecahan aspal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved