Berita Pendidikan Surabaya
Gandeng Chef, Smamda 2 Surabaya Kampanye Mamin Halal Haram di Taman Flora, begini Bentuknya
Makanan halal harus diketahui bahan-bahannya. Untuk memastikan thoyib, baik bagi tubuh dan kesehatan tidak menggunakan bahan pengawet.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Edukasi makanan dan minuman (mamin) yang halal dan thoyib (baik) bagi kesehatan perlu diketahui masyrakat luas.
Untuk itu, upaya jemput bola dilakukan dengan memberikan edukasi terbuka di taman Flora Surabaya, Minggu (5/2/2017).
Warga asal Sepanjang, Febri Sulistyaningsih (30) turut dalam kegiatan siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya yang tergabung dalam ekstra kurikuler (Eskul) Memasak.
Sejumlah pengetahuan terkait mamin yang diperbolehkan untuk.muslimnjuga barubia ketahui.
“Ini kebetulan aja lagi main sama saudara terus lihat ini. Sekalian mau tanya yang berkaitan dengan makanan yang pernah saya konsumsi,”ungkapnya ketika berada di gazebo Taman Flora Surabaya, Minggu (5/2/2017).
Dalam edukasi ini juga dihadiri Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Jawa Timur dan Komunitas Chef Halal.
Lebih menarik lagi, kegiatan Halal Food on the Street ini dibarengi demonstrasi masak.
Direktur LPPOM MUI Jawa Timur Prof Sugianto mengatakan, lembaganya berhak menentukan mamin haram ataukah halal serta thoyib.
Makanan yang halal harus diketahui halal dari bahan-bahannya. Untuk memastikan thoyib, baik bagi tubuh dan kesehatan adalah tidak digunakannya bahan yang berbahaya bagi tubuh, misalnya, zat pewarna maupun pengawet.
"Terkadang ada masakan bahannya baik dan halal ternyata ada unsur khamr atau sejenis arak untuk menciptakan tekstur masam. Padahal bisa diganti dengan buah apel atau buah anggur,'" ulas Prof Sugianto yang juga mantan Koordinator Kopertis VII Jatim ini.
Kepala Smamda Surabaya Astajab menyebut aksi anak-didiknya ini dilakukan berkala supaya masyarakat peka terhadap mamin sekaligus bisa mengedepankan unsur halal dan thoyib.
"Sosialisasi ini salah satu kegiatan anak-anak Eskul Memasak. Selama ini, siswa di eskul tersebut aktif praktek masak menu Indonesia dan manca negara. Selain itu, mengkreasikan dan mencipta menu,”paparnya.
Ekskul ini juga membuat sejumlah lulusan Smamda Surabaya meneruskan kuliah di perhotelan dengan fokus sebagai ahli masak.Alumni Smamda ini yang banyak mendampingi siswa di eskul memasak.
"Pada sosialisasi dan praktek memasak halal dan thoyib ini kami menggandeng chef Herman yang dikenal sebagai pendiri dapurhalal.com dan asosiasi chef halal Indonesia,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabaya-makanan-halal-haram_20170205_175659.jpg)