Persona
Pembalap Diandra Gautama, Trauma Cuma Satu Jam
Pembalap cantik yang satu ini doyan aktivitas-aktivitas yang memacu adrenalin. Tetapi, untuk urusan kecantikan dia juga tak lupa. Yuk, kenalan..
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pembalap wanita memang masih langka. Kalau kemudian Diandra Gautama akhirnya menggeluti sport yang menguras adrenaline ini tentu bukan satu kebetulan.
Sebab, Chandra Gautama, sang ayah juga seorang pembalap. “Nenekku juga pembalap lho. Jadi sebetulnya aku terlahir dari keluarga pembalap,” tegasnya kepada Surya beberapa waktu lalu.
Berada di lingkungan yang akrab dengan pacu mobil, tak heran bila sulung dari dua bersaudara ini jadi suka otomotif.
“Selain itu, teman saya pun kebanyakan cowok. Otomatis saya juga akrab dengan kesukaan mereka, mobil,” imbuhnya.
Itu pula yang membuat Diandra jadi akrab dengan kegiatan yang kerap dilakukan kaum Adam, yaitu menembak.
“Aku juga suka olahraga Muay Thai. Pokoknya yang memacu adrenaline saya suka. Ada tantangan yang harus diselesaikan,” katanya.
Aktivitas yang digeluti sejak masih remaja itu diakui tak ada risiko.
“Accident tentu selalu ada. Justru fatalnya itu kalau pas ada tragedi di luar sirkuit,” begitu tutur lulusan Unika Atmajaya Jakarta Jurusan Psikologi ini.
Kecelakaan itu pernah dialami saat mengemudi mobil di jalan raya. Saat posisi mundur ternyata laju kendaraannya tidak terkontrol sehingga menabrak.
“Menabrak saat posisi mundur itu lebih parah ketimbang di posisi maju karena kita tidak tahu ada apa di belakang,” ungkapnya.
Karena itu, Diandra berpesan, jika memang berniat balapan sebaiknya dilakukan di area sirkuit yang dilengkapi banyak fasilitas keamanan dan penyelamatan bila satu saat terjadi musibah saat mengemudi.
“Kalau di jalan umum sebaiknya ambil posisi aman saja,” pesan Diandra yang juga berprofesi sebagai model.
Trauma akibat kejadian tersebut? “Pastilah. Tapi traumanya hanya satu jam. Setelah itu ya semangat lagi,” celetuk perempuan kelahiran 28 Januari 1990 ini sambil tertawa.
Diandra yang suka mengendarai Nissan Juke 3.200 CC ini lalu berbagi tips suksesnya sebagai pembalap.
“Yang harus dijaga adalah emosi dan kemampuan. Keduanya harus stabil,” kata wanita yang sudah mengenal track balap sejak di bangku SMP ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/diandra-gautama-pembalap-perempuan_20170204_175310.jpg)