Senin, 4 Mei 2026

Berita Surabaya

MCK Umum akan Dibangun di Lima Lokasi di Kota Surabaya

Rencana pembangunan MCK Umum di Kota Surabaya akan dibangun di lima wilayah.

Tayang:
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad zaimul haq
Pemukiman kumuh di Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Kamis (12/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yang bebas dari pemukiman kumuh, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Perukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) tengah mensurvei lokasi untuk pembangunan mandi cuci kakus (MCK) umum.

Pembangunan ini sekaligus sinergitas antara Dinas Kesehatan dan Dinas sosial untuk mewujudkan Surabaya menjadi lebih sehat.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Iman Krestian mengatakan, saat ini DPRKP-CKTR tengah merencanakan pembangunan sanitasi yang meliputi, IPAL Komunal, MCK ++ dan MCK Umum.

Maksud dari MCK ++ adalah, sarana sanitasi masyarakat untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus serta sarana untuk melakukan dapatkan air bersih.

Adapun anggaran yang digelontorkan senilai Rp 5 miliar. Rencana pembangunan MCK Umum akan dibangun di lima wilayah.

"MCK Umum, rencana lokasi di wilayah Kedungbaruk, Putat Jaya, Kedungcowek, Ujung, Rungkut Tengah, dan Wonokusumo. Sekarang ini masih tahap singkronisasi data dan rencana," kata Iman kepada SURYA.co.id, Jumat (3/1/2017).

Sedangkan untuk peningkatan kualitas lingkungan di kawasan prioritas ada di Kelurahan Sawunggaling, Kenjeran, Kedungcowek, Sukolilo Baru, Bulak Banteng, Rungkut Kidul, Kalirungkut, Wonokusumo, Sidotopo.

Untuk pemesanan peningkatan kualitas ini, menggelontorkan dana senilai Rp 34 miliar.

"Anggaran masih disingkirkan dari Musrenbang Rp 76 miliar. Mayoritas untuk jalan dan paving, tapi rencana akan ditambah untuk penyediaan sanitasi lingkungan. Itu anggaran yang di DPRKP-CKTR, masih ada anggaran rehab jamban di Dinas Sosial melalui kegiatan hibah RSDK Rp 38 miliar serta di DKRTH di kegiatan pengembangan sarana dan prasarana air limbah Rp 1,2 miliar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPRKP-CKTR Kota Surabaya Ery Cahyadi menambahkan, dalam pembangunan itu saling bersinergi antar SKPD seperti Dinkes, Dinsos dan DKRTH. Untuk saat ini, ada beberpa lokasi yang masih disurvei oleh pihaknya.

"Itu (Rp 5 miliar) uang Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi, jadi yang melaksanakan langsung warga. Mereka (warga) mengajukan kita survey dan dia buat kelompok kerja. Lokasi (pembangunan MCK Umum) masih survey bersama dengan Dinsos untuk disosialisasikan dengan warga," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved