Berita Pamekasan Madura
Hotel Front One Baru Buka di Pamekasan, Termegah se-Pulau Madura
HOTEL FRONT ONE. Hotel ini bisa dibilang satu-satunya hotel termegah di Madura dengan konsep hotel anak muda.
Penulis: Muchsin | Editor: Yuli
SURYA.co.id | PAMEKASAN - Kini, Pamekasan memiliki hotel baru yang cukup megah, yakni Hotel Front One.
Hotel ini bisa dibilang satu-satunya hotel termegah di Madura dengan konsep hotel anak muda.
Peluncuran hotel yang terletak di Jl Jokotole ini dilakukan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, Rabu (1/2/2017), disaksikan Chief Executive Officer (CEO) Azana Hotels & Resort, Dicky Sumarsono.
General Manajer (GM) Hotel Front One, Elfindra. Pemilik hotel, Bernath Brondiva, jajaran direksi, Ketua DPRD Pamekasan, Halili, serta sejumlah pengusaha.
Kepada SURYA.co.id, GM Hotel Front One mengatakan, Hotel Front One, ini merupakan hotel bintang tiga dengan konsep anak muda dan musik.
Tematik life stile dengan kapasitas 41 kamar, terdiri dari kamar tidur kelas deluxe, executive dan suite.
Semua kamar ini, didesain untuk memenuhi harapan pasar saat ini, seperti wi-fi gratis berkecepatan tinggi.
Tempat tidur nyaman denga nkualitas Kingkoli, yan dilengkapi restoran, ruang pertemuan dengan kapasitas 500 kursi.
"Ini menjadi pilihan utama bagi tamu yang ingin melakukan pertemuan bisnis maupun kegitan gathering sosial lainnya. Dengan kapasitas ballroom yang besar, kami juga menangani pesta pernikahan.
Pada Februari ini, kami menargetkan jumlah pengunjung yang menginap di hotel kami sebanyak 70 persen," ungkap Elfrindra.
Dikatkan, hotel ini memiliki fasilitas dan pelayanan bintang 3 pertama di Pamekasan yang dikelola secara profesional dengan harga mulai dari Rp 350.000 per malam.
Dan bagi tamu yang hanya ingin melakukan liburan akhir pekan, tersedia skylounge dan kolam renang guna memberikan konsep sebagai hotel resort.
Sedang CEO Azana Hotel, Dicky Sumarsono, yang menaungi Hotel Front One, menyatakan, pihaknya sengaja membangun hotel bintang tiga di Pamekasan, setelah dua tahun melakukan survei di tiga kota, yakni Kediri, Sidoarjo dan Pamekasan.
Ketiga kota ini, termasuk Pamekasan, memerlukan hotel yang respresentatif.
Dicky Sumarsono mengakui, jika banyak tamu dari kementrian Jakarta atau Surabaya yang mempunyai tujuan ke Pamekasan atau ke Madura, lebih memilih menginap di Surabaya.
Itu sebabnya, dia menginginkan tamu hotel yang datang Pamekasan, tidak hanya menginap satu malam, tapi bisa satu hari.
Bupati Achmad Syafii mengatakan, keberadaan hotel satu-satunya berbintang tiga ini, tidak hanya memberikan keuntungan kepada pemilik hotel, tapi juga memberi keuntungan dan manfaat bagi pemerintah di Pamekasan dan bagi masyarakat Pamekasan.
Sebab kata bupati, nanti banyak pengunjung dari luar Madura yang menginap dan tidak hanya tidur dari malam sampai pagi lalu selesai. Tapi mereka makan dan belanja di Pamekasan. Ini mendorong perekonomian di Pamekasan.
Diakui, banyak tamu yang luar Madura, termasuk dari Jakarta untuk kelas menengah ke atas selama ini bermalamnya di Surabaya. Mereka berangkat subuh dari Surabaya ke Pamekasan.
Setelah selesai acara, tamu itu langsung pulang ke Surabaya dan esok harinya baru kembali ke Jakarta.
"Seharusnya mereka menginap di Pamekasan selama dua hari, tapi malah tidak menginap. Bahkan ketika ada kegiatan beberapa hari di Pamekasan, mereka menginap di Surabaya esok harinya Pamekasan, malam harinya menginap di Surabaya dan essok harinya menginap di Surabaya. Maka dengan hadirnya hotel ini, tamu akan betah untuk menginap di Pamekasan," kata Syafii.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/interior-hotel-front-one-pamekasan-madura_20170202_021436.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-pamekasan-madura-pemilik-hotel-front-one-bernath-brondiva_20170202_021034.jpg)