Minggu, 12 April 2026

Berita Kampus Surabaya

Tes Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri Kian Berat, ini Sebabnya

Tes masuk PTN melalui jalur mandiri pada tahun ini dipastikan akan lebih berat ketimbang tahun lalu. Ini dia alasannya, baca baik-baik.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | SURABAYA– Tes masuk perguruan tinggi selama ini dilakukan melalui 2 jalur, yakni tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan tes jalur mandiri.

Meski SBMPTN dilaksanakan terlebih dahulu, tetapi nilai peserta SBMPTN tidak pernah menjadi bahan pertimbangan dalam tes mandiri.

Tahun ini, aturan tersebut diubah oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Seleksi mandiri oleh masing-masing PTN ini, salah satunya dengan menggunakan atau memanfaatkan nilai hasil tes SBMPTN yang difasilitasi panitia pusat.

Kuota seleksi mandiri tiap PTN paling banyak sebesar 30 persen juga menjadikan seleksi di jalur masuk PTN terakhir ini akan semakin ketat.

Jalur mandiri dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PTN setelah pengumuman SBMPTN, dan PTN hanya melakukan seleksi mandiri satu kali dalam satu tahun.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Warsono mengatakan, kebijakan menggunakan nilai tes SBMPTN untuk jalur mandiri belum dibicarakan teknisnya.

Namun, salah satu jalan yang bisa dipakai adalah mengombinasikan nilai SBMPTN dengan nilai tes tulis pada seleksi mandiri.

“Saya kira itu nanti jalannya,” katanya saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Kamis (26/1/2017).

Dia mencontohkan, dalam SBMPTN terdapat tes potensi akademik (TPA). Bisa jadi, TPA yang menjadi bagian penilaian dalam SBMPTN ini diambil Unesa untuk dikombinasikan dengan tes tulis seleksi mandiri.

“Kalau memilih TPA kan standar dalam mengukur potensi. Akan kami pilah juga secara teknisnya dan dikaji lebih dalam lagi,” terangnya.

Dia mengungkapkan, dengan tetap mengadakan tes tulis dalam jalur mandiri untuk mengantisipasi pendaftar yang tidak sempat ikut SBMPTN. Oleh sebab itu, bila dalam jalur mandiri tidak ada tes tulis sendiri, pihaknya bisa kerepotan dalam menyeleksi.

“Dan juga kadang-kadang begini, pilihan calon mahasiswa itu bisa berubah. Pada saat SBMPTN memilih jurusan A, saat ikut mandiri memilih jurusan lain. Memilihnya itu tentu tidak bisa dipakai sebagai rujukan langsung,” terangnya.

Secara teknis, lanjut dia, kebijakan baru Kemenrisetkdikti akan dibahas lebih lanjut, apalagi mengenai bobot penilaian hasil SBMPTN dengan hasil tes seleksi mandiri.

Dalam seleksi mandiri tahun-tahun sebelumnya, Unesa menggunakan tes tulis. Kemudian dilakukan tes wawancara sebagai penguatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved