Berita Seleb
Ita Purnamasari: Ingin Hadirkan Musik Baper
“BUKAN tidak ada. Mungkin hanya belum waktunya saja,” ucap Ita Purnamasari ketika ditanya fenomena di industri musik Tanah Air tersebut.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Surabaya dikenal sebagai gudangnya musisi dan penyanyi yang punya nama hingga ke mancanegara.
Sebut misalnya, Ita Purnamasari, Maia Estianty, Astrid Sartiasari, hingga Gisella Anastasia yang jebolan Indonesian Idol.
Namun, dalam kurun waktu delapan tahun belakangan tak ada lagi nama-nama yang muncul dan membawa nama Surabaya.
“Bukan tidak ada. Mungkin hanya belum waktunya saja,” ucap Ita Purnamasari ketika ditanya fenomena di industri musik Tanah Air tersebut.
Wanita yang dikenal sebagai ‘lady rocker’ di akhir era 1980-an ini menegaskan di era digital seperti sekarang jauh lebih banyak media yang bisa digunakan seseorang agar bisa dikenal masyarakat.
“Setiap orang bisa dengan mudah memilih media yang diinginkan. YouTube, misalnya, sering dipakai dan menjadi media yang dapat mengatrol popularitas seseorang,” kata penyanyi lulusan SMP Negeri 1 Surabaya ini.
Ditemui ketika sedang mendampingi sang suami, Dwiki Dharmawan, di sebuah acara di Surabaya beberapa waktu lalu, Ita tak menepis, bahwa untuk bisa dikenal luas bekal bakat saja tidak cukup.
Menurut Ita, sekarang banyak pemilik bakat yang mencoba peluangnya untuk unjuk gigi.
“Harus ada yang unik. Harus ada yang original dari seseorang sehingga bisa menarik perhatian publik,” ucap Ita yang baru merilis album 3 Dekade ini.
Ita mengingatkan keunikan seseorang itu sangat diperlukan justru di saat masyarakat dihadapkan pada banyak media yang bisa disaksikan.
“Dulu kan tidak ada pilihan, orang hanya bisa nonton TVRI. Sekarang dengan media yang makin banyak jika tak ada yang spesial dia pasti sulit tampil,” tandasnya.
Disinggung soal album barunya, pemilik nama Ita Dyah Purnamasari ini menyatakan, album itu sebagai ungkapan rasa syukur bisa eksis selama 30 tahun di industri musik.
Album 3 Dekade berisi 15 lagu yang diambil dari album-albumnya dari tahun 1988, termasuk lagu Penari Ular yang mengangkat namanya di belantika musik Tanah Air.
Selain itu ditambah satu lagu, Satu Kata yang dipilih sebagai single pertama album tersebut.
Komposisi Harry Mukti yang melejit di tahun 1990 ini diubah formatnya yang semula slow rock ke dalam bentuk orchestra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/selebiriti-ita-purnamasari_20170117_201821.jpg)