Senin, 27 April 2026

Berita Pendidikan Surabaya

Sekolah Tunggu Kepastian BKSM, begini Penjelasan Dindik Jatim

KECUALI untuk daerah yang semula menerapkan pendidikan gratis seperti Surabaya, SPP SMA/SMK akan dimulai sejak Januari ini.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/sulvi sofiana
Kadindik Jatim Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah sekolah di Surabaya umumnya menunggu realisasi Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) bagi siswa SMA/SMK yang kabarnya dicairkan melalui pemprov.

Pasalnya, tanpa dana tersebut, siswa kesulitan memenuhi biaya pendidikannya. Apalagi SPP muali diterapkan per Januari sesuai SE.

Sebagai sekolah menampung banyak siswa tidak mampu, Kepala SMKN 2 Surabaya Djoko Priatmodjo menjelaskan siswa miskin yang diterima di jalur mitra warga, terdapat dua pilihan.

Pertama dibebaskan sepenuhnya atau tetap membayar menggunakan dana yang diterima melalui Bantuan Siswa Miskin (BSM) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Uang yang diterima siswa miskin lewat program tersebut, sebagian bakal digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolahnya.

“Untuk pastinya menunggu besok (Selasa, red). Besok ada rapat koordinasi dengan Dindik Jatim, MKKS, Cabang Dinas, dan lain-lain. Di situ akan diputuskan apakah mulai menarik SPP ke siswa miskin atau sepenuhnya dibebaskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terkait dana dari pemprov belum diketahui kapan cairnya.

“Mungkin besok diputuskan. Kalau sekarang belum tahu. Yang jelas, sebagian siswa mitra warga di SMKN 2 ada yang menerima BSM dan ada yang menerima KIP,” tandasnya.

Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman menuturkan, implementasi SE Gubernur tentang SPP baru dimulai pada tahun ajaran baru.

Kecuali untuk daerah yang semula menerapkan pendidikan gratis seperti Surabaya, SPP SMA/SMK akan dimulai sejak Januari ini.

"Kecuali yang miskin akan tetap ditanggung provinsi," ungkapnya ketika ditemui di kantor Dindik Jatim, Senin (16/1/2017).

Untuk menentukan siswa miskin yang berhak mendapatkan SPP gratis, Saiful mengungkapkan sekolah harus melakukan verifikasi riil. Tak terkecuali bagi mereka yang masuk melalui jalur mitra warga.

"Harus verifikasi ulang, miskin benar atau tidak. Mungkin dulu punya sepeda motor satu sekarang sudah dua. Jadi secara ekonomi sudah ada perubahan lebih baik," ungkapnya.

Tahun ini Dindik Jatim menganggarkan Rp41 miliar untuk program BKSM.

Sasarannya, 52 ribu siswa SMA/SMK se Jatim. Dengan total peserta didik SMA/SMK se Jatim sebanyak 1,1 juta siswa, maka sedikitnya 4,5 persen siswa yang dapat dibiayai BKSM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved