Berita Blitar
Diterjang Banjir Bandang, Pemancing ini Selamat Berkat Bongkahan Batu di Sungai
"Untuk menolongnya, petugas harus bertaruh nyawa karena aliran sungainya lagi meluap. Karena itu, petugas nggak berani langsung turun ke sungai, melai
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni
SURYA.co.id | BLITAR - Aksi Wahono (50), warga Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, cukup dramatis saat berusaha menyelamatkan diri dari diterjangan banjir di kali lahar, Kamis (12/1/2017) petang.
Selama beberapa jam, ia hanya bertahan di atas bongkahan batu, yang ada di tengah sungai saat terjebak banjir yang disertai lumpur tersebut. Ia akhirnya selamat setelah petugas BPBD Kabupaten Blitar dan Polsek Wlingi, menolongnya.
Korban terjebak saat asyik mancing di Sungai Lekso, yang ada di Lingkungan Beru, Kelurahan/Kecamatan Wlingi.
Sungai itu merupakan aliran kali lahar, yang berasal dari Gunung Kelud.
"Untuk menolongnya, petugas harus bertaruh nyawa karena aliran sungainya lagi meluap. Karena itu, petugas nggak berani langsung turun ke sungai, melainkan menggunakan perahu karet," kata Kompol Hari Mujiarso, Kapolsek Wlingi kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Menurutnya, kejadian itu berawal dari korban memancing sendirian di tengai sungai. Ia memancing sejak siang hari atau pukul 13.00 WIB.
Tanpa sadar bahaya mengancamnya, korban tak menepi meski sore itu turun hujan lebat. Katanya, ia tetap asyik memancing di tengah sungai, dengan duduk di atas bongkahan batu.
"Saat hujan lebat itu, ia cuma bergeser tempat. Yakni, pindah ke bawah jembatan (Jembatan Lekso), agar tak kehujanan," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Karena posisinya di bawah jembatan, sehingga tak ada orang yang melihatnya. Sebab, penglihatan orang akan terhalang jembatan itu. Apalagi, jembatan itu selalu ramai dilewati kendaraan umum, di antaranya bus jurusan Malang-Blitar, sehingga jarang ada orang yang memperhatikan ke arah bawah jembatan Lekso tersebut.
Tepat pukul 17.00 WIB, bersamaan hujan deras, tiba-tiba datang banjir bandang. Korban yang berada di tengai sungai tak sempat menyelamatkan diri.
Ia terjebak di tengai sungai yang selebar sekitar 100 meter itu. Dalam kondisi panik itu, korban hanya bisa bertahan di atas bongkahan batu.
"Kalau pun, ia berteriak minta tolong, pasti tak akan ada orang yang mendengarnya karena kondisinya lagi hujan. Baru ketika hujan reda atau sekitar pukul 20.00 WIB, teriakan korban itu terdengar penjual kopi, yang di barat jembatan itu," paparnya.
Tak lama berselang, petugas polsek setempat dan petugas BPBD datang ke lokasi. Untuk menolong korban, yang posisinya terjebak banjir di tengah sungai, petugas tak berani langsung turun ke sungai.
Karena itu, petugas menurunkan perahu karet. Itu pun tak mudah karena arusnya cukup deras dan banyak bongkahan batu.
Agar perahu itu tak terseret arus, talinya diikatkan ke bawah jembatan. Berhasil diselamatkan petugas, korban langsung dibawa ke RSUD Ngudi Waluya Wlingi karena kondisinya lemah.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-blitar-pemancing-selamat_20170113_155032.jpg)