Selasa, 19 Mei 2026

Bocah Pengidap Tumor Gusi

Bocah Pengidap Tumor Gusi Sukses Jalani Operasi Pengangkatan Tumor

Shinwan Bintang atau Imam Waras, bocah 7 tahun penderita tumor gusi asal Blitar berhasil menjalani operasi pengangkatan tumor. Begini nasibnya kini.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kondisi Shinwan Bintang saat belum menjalani operasi pengangkatan tumor gusi (kiri) dan setelah menjalani operasi pengangkatan (kanan). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu per satu slide foto perkembangan tumor guzi yang di derita Shinwan Bintang, bocah 7 tahun asal Blitar, Jawa Timur ditampilkan di RS PHC Surabaya.

Tim dokter yang merupakan gabungan dari berbagai rumah sakit menunjukkan juga potret kondisi bocah yang sekarang diganti nama menjadi Imam Waras usai operasi pengangkatan tumor.

Dalam foto tersebut terlihat kondisi wajah Imam masih sama dengan rahang yang melebar dan mulut terbuka.

Hanya saja benjolan tumor di rahang atas dan bawah telah hilang. Benjolah daging seberat 1,5 kilogram itu berhasil diangkat pada Kamis lalu (5/1/2017).

Tim operasi tumor gusi, dr Urip Murtedjo SpB-KL(K) mengungkapkan sepanjang pengalamannya sebagai dokter bedah belum pernah menemui kasus serupa.

Bahkan dia mengatakan, di negara manapun cukup jarang ditemukan kasus tumor gusi ini.

Sehingga saat usia 2 tahun dibawa ke RSUD Dr Soetomo belum bisa melakukan tindakan lebih lanjut terhadap Shinwan.

“Kalau secara teori sebenarnya penyakit ini akan semakin mengecil bahkan menghilang seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia.Tetapi dalam kasus ini malah semakin membesar,” jelasnya.

Tim gabungan
Tim gabungan dokter yang bekerja melakukan operasi pengangkatan tumor gusi Shinwan Bintang, Senin (9/1/2017).

Namun, setelah mendapat donasi dan fasilitas dari PHC, tim dokter dari RSUD dr Soetomo dan RS PHC memutuskan untuk menjalankan operasi.
Indikasi pembedahan sudah diberitahukan pada pihak keluarga, tetapi harus dilakukan operasi.

“Karena tumor pada rahang bawah dan rahang atas semakin membesar yang pasti akan timbul gangguan nafas, makan. Selain itu, takutnya tumor akan merusak mata, apalagi keinginan keluarga agar psikis Imam tak minder lagi, soalnya di sekolah saja juga berprestasi,”lanjutnya.

Setelah diamati, tumor ini tidak merusak lapisan luar kulit Imam. Sehingga bisa dikatakan tumor jinak. Tantangan dalam operasi ini ditemukan saat harus melakukan pembiusan.

Dalam operasi tidak bisa dilakukan bius menggunakan masker karena tidak ada ukuran yang sesuai.

Kemudian jika dilakukan bius menggunakan fiber optik untuk membius lewat hidung yang kecil juga tidak ada di Surabaya.

“Proses bius 1,5 jam, padahal normalnya 20 menit. Operasi selama 5 jamnya lancar, target awal satu tahap yaitu rahang bawah saja ternyata pendarahan tidak banyak. Langsung kami lakukan operasi reduksi dengan mengurangi tumornya pada bagian atas dan benjolan di gusi lainnya,” ungkapnya.

Tumor tersebut juga membuat perkembangan rahang bawah Imam melebar, bahkan pada bagian kiri ditemukan rahang yang patah. Dikatakannya, selama 3 hingga 6 bulan akan diamati perkembangan rahang tersebut apa bisa kembali normal atau dilakukan pemasangan pen pada rahangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved