Berita Surabaya
Warga Sidotopo Wetan Mengaku Senang, Jalannya kini Tak Macet dan Banjir, begini Responsnya
PENGERJAAN box culvert di daearh padat dengan lalu lintas ini, telah dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun 2012 lalu.
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Sidotopo Wetan kini bisa bernapas lega. Bagaiman tidak, kawasan ini dulunya kerap dilanda banjir lantaran tidak adanya saluran yang memadai.
Namun, kini Pemerintah Kota (Pemkot) telah memberikan kenyamanan dengan pemasangan box culvert, sehingga bisa air mengalirkan lancar dan kampung pun bebas banjir.
Pengerjaan box culvert di daearh padat dengan lalu lintas ini, telah dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun 2012 lalu.
Dulunya, kawasan Jalan Sidotopo Wetan hanya memiliki satu jalur saja yang difungsikan dua arah. Sehingga kerap terjadi kemacetan setiap harinya.
Tidak hanya itu saluran air yang tepat berada di samping jalan, kerap tidak mampu menampung kapasitas air hujan yang berlebih sehingga menyebabkan banjir.
Baru ketika pembangunan box culvert yang dilakukan Pemkot Surabaya sejak tahun 2012 hingga 2016, masalah kemacetan lalu lintas dan juga genangan air di kawasan padat hunian penduduk tersebut, teratasi.
Selama empat tahun, sudah terbangun sepanjang 1756 meter yang terdiri dari dua jalur jalan.
"Dulu sering banjir disini, karena tidak ada saluran yang memadai. Saluran di sini buntu jadi ketika hujan lebat air langsung ke jalan," kata Mar'atus Solikha seorang warga setempat.
Dibangunkannya box culvert dan memperluas jalan, warga pun merasakan dampak yang signifikan. Mulai dari tidak ada lagi banjir hingga jalan macet.
Dalam peresmian ini turut dihadiri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, dan beberapa kepala SKPD Pemkot Surabaya.
Kabid Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Syamsul Hariyadi menambahkan, pembangunan box culvert di Jalan Sidotopo Wetan memiliki dua fungsi.
Selain untuk konversi saluran dari irigasi menjadi drainase guna mengatasi genangan air, juga untuk menambah kapasitas jalan sehingga melancarkan arus lalu lintas di sana.
Sedang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui pembangunan sistem drainase di kawasan itu tidak mudah, membutuhkan anggaran cukup besar, yakni 105,078 miliar. Lantaran di daerah ini sanitasinya kurang bagus.
“Investasinya besar sekali. Terutama untuk membenarkan sanitasi. Yang ini akan kami selesaikan dulu dan nanti ini (pengerjaannya) belok ke arah Tenggumung Lor," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabaya-peresmian-box-culvert_20170106_200055.jpg)