Selasa, 7 April 2026

Berita Surabaya

Fotografer Wedding Tak Sekadar Mengabadikan Momen, Tapi Juga Juru Penengah

Seorang wedding fotografer juga harus memahami karakter calon klien sebelum membidiknya lewat kamera mereka.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Musahadah
surya/achmad pramudito
Karya foto Chesoen Tan dan Primayurie disukai pengunjung Black Barn Coffe Surabaya. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Fotografer wedding tak sekadar mengabadikan momen sakral yang terjadi sekali dalam kehidupan setiap pasangan.

Seorang fotografer wedding juga harus memahami karakter calon klien sebelum membidiknya lewat kamera mereka.

Pemahaman karakter ini penting lantaran tidak jarang si fotografer terlibat dalam konflik yang terjadi di antara pasangan maupun anggota keluarganya.

Kendala sering terjadi di tengah proses penyamaan keinginan antara pihak fotografer dan klien, timbul konflik antara pasangan yang sedang mempersiapkan prosesi pernikahan ini.

Alhasil, sang fotografer ikutan nimbrung menjadi juru penengahnya.

“Dalam situasi seperti ini memang akhirnya kelihatan aslinya. Ego masing-masing akan muncul. Masalah seperti ini yang bikin penyelesaian negosiasi jadi lebih ribet daripada urusan foto iklan atau fashion,” celetuk Primayurie yang sudah menekuni pekerjaannya sebagai wedding fotografer.

Suasana bakal makin rumit lagi bila masalah datang dari pihak keluarga pasangan pengantin.

"Apalagi jika ada anggota keluarga yang dari awal nggak ikut pertemuan namun saat proses pengambilan gambar tiba-tiba datang dan protes ini itu," celetuk Chesoen Tan, fotografer wedding yang lulusan SMA YPPI Surabaya ini.

Baik Primayurie maupun Chesoen Tan mengaku, sebagai fotografer mereka tak semata menjalani permintaan klien.

Sebab, faktanya banyak klien bahkan tidak tahu apa yang terbaik buat mereka.

Karena itu, sebagai fotografer mereka selalu menyampaikan usulan konsep kepada klien.

“Bagi saya tak semata kepuasan klien. Tapi, bagaimana saya juga dapat kepuasan dari karya yang saya hasilkan itu,” cetus Chesoen Tan.

Karena itu tak jarang dirinya mengusulkan konsep-konsep fotografi pada kliennya, khususnya yang bertema budaya.

"Kebetulan saya suka budaya. Saya sangat suka jika klien suka mengambil momen yang berlatar budaya. Indonesia ini kan kaya budaya," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved