Berita Jombang

Guru Cabuli 3 Siswi ternyata Belum Dipecat meski telah Divonis 5 Tahun, ini Alasannya

"KALAU melihat vonisnya yang 5 tahun, sanksi penurunan pangkat jelas tidak masuk."

Guru Cabuli 3 Siswi ternyata Belum Dipecat meski telah Divonis 5 Tahun, ini Alasannya
surya/sutono
Terdakwa pencabulan, Kasnam, dikawal saat hendak memasuki ruang sidang 

SURYA.co.id | JOMBANG - Meski diputus bersalah dengan vonis 5 tahun pidana penjara oleh majelis hakim PN Jombang, namun Kasnam (46), guru yang mencabuli tiga siswinya, hingga kini belum dipecat dari statusnya sebagai guru maupun PNS.

Inspektur Pemkab Jombang I Nyoman Swardana berkilah, belum diberhentikannya Kasnam karena status hukumnya masih belum ‘inkracht van gewijsde’ atau belum berkekuatan hukum tetap.

"Jadi kami belum bisa melangkah ke arah itu (pemberhentian). Siapa tahu Kasnam atau jaksa melakukan banding. ‘Kan’ belum ada sepekan sejak Kasnam divonis,” kata Inspektur Pemkab Jombang, I Nyoman Swardana, kepada Surya.co.id, Minggu (18/12/2016).

Sementara ini, jelasnya, Kasnam sudah medapatkan sanksi pemberhentian sementara. Sanksi tegas berupa pemberhentian kemungkinan besar akan menimpa Kasnam, jika nantinya proses hukum Kasnam sudah tuntas alias sudah berkekuatan hukum tetap.

"Setelah ‘inkracht’, rekomendasi pemberhentian akan disampaikan ke bupati. Sekarang ini kami masih nunggu sampai proses hukum selesai,” ulang Nyoman.

Dikatakan, dalam pemberian sanksi disipilin kepada PNS, terdapat tiga tingkatan pemberian. Mulai sanksi ringan, sedang dan berat. Tingkatan sanksi diberikan sesuai dengan tindakan.

Khusus sanksi berat, beber Nyoman, ada lima jenis sanksi. Yaitu, penurunan pangkat, pembebasan dari jabatan dan pemberhentian dengan hormat serta pemberhentian dengan tidak hormat.

"Kalau melihat vonisnya yang 5 tahun, sanksi penurunan pangkat jelas tidak masuk. Artinya nanti tinggal sanksi pemberhentian dengan hormat atau pemberhentian tidak dengan hormat," tandasnya.

Diberitakan, majelis hakim PN Jombang menjatuhkan vonis 5 tahun pidana penjara terhadap Kasnam bin Tariban (46), terdakwa perkara asusila mencabuli tiga siswinya, dalam sidang di PN Jombang, Kamis (15/12/2016) lalu.

Guru olahraga SMPN 1 Bareng itu, selain divonis 5 tahun penjara, oleh majelis hakim yang diketuai Eni Martiningrum, juga diwajibkan membayar denda Rp 60 juta, subsider kurungan 1 bulan.

Atas putusan itu, warga Dusun Mojolegi, Desa Tebel, Kecamatan Bareng tersebut, langsung menerima. Namun, Jaksa Penuntut Umum Ari Iswahyuni, justru masih pikir–pikir. JPU yang dalam tuntutannya meminta terdakwa dihukum 6 tahun, punya waktu sepekan untuk mengajukan banding.

Majelis Hakim berpendapat, terdakwa secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur pidana, sebagaimana diatur pasal 82 Juncto, pasal 76E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, Juncto Pasal 65 KUHP.

Penulis: Sutono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved