Jumat, 10 April 2026

Berita Ekonomi Bisnis

Musim Penghujan, Penjualan Mesin Cuci Laris Manis

"Peningkatannya lebih 50 persen dibanding saat musim kemarau," ujarnya, Rabu (14/12/2016) disela-sela pameran UFO Digital Revolution 2016, di Atrium T

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yoni
Shutterstock.com
Ilustrasi Mesin Cuci 

 SURYA.co.id | SURABAYA - Panjangnya musim penghujan akibat dampak La Nina ternyata mendongkrak penjualan mesin cuci.

Director UFO Electronic Poedji Harixon mengatakan, sejak hujan turun bulan Oktober lalu hingga bulan Desember ini, penjualan mesin cuci di outlet elektronik miliknya langsung terkerek naik.

"Peningkatannya lebih 50 persen dibanding saat musim kemarau," ujarnya, Rabu (14/12/2016) disela-sela pameran UFO Digital Revolution 2016, di Atrium TP3, Surabaya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Pameran akan digelar selama lima hari, mulai 14-18 Desember nanti dan dihadapkan bisa mendongkrak penjualan elektronik di akhir tahun hingga 30 persen.

Menurut Poedji, naiknya penjualan mesin cuci selama musim penghujan, karena rumah tangga biasanya tidak mau aktivitas hariannya terganggu dan dihabiskan untuk mencuci pakaian kotor maupun pakaian yang basah akibat kehujanan.

"Kondisi tersebut membuat volume baju cucian meningkat. Nah, sebagai solusi ya harus membeli mesin cuci," jelasnya.

Itu dilakukan, karena meski rumah tangga biasanya memiliki televisi dan kulkas. Tapi belum tentu mereka punya mesin cuci.

"Mesin cuci, baru dibeli saat benar-benar butuh," imbuhnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network),.

Untuk jenis, Poedji menyebut, yang paling banyak dipilih adalah mesin cuci front loading. Yakni, tempat lubang pembersihan dan pengering berada di satu tempat.
Jenis mesin cuci ini, sekaligus menggantikan model dua lubang yang dinilai tidak efektif lagi.

"Bisa dibilang, mesin cuci front loading saat ini telah menjadi trend," ucapnya.

Kata Poedji, meski penjualan meningkat tajam selama musim penghujan, kontribusi mesin cuci terhadap semua produk elektronik yang dijual di UFO hanya sekitar 15 persen saja.

Kontribusi terbesar masih televisi dengan market share mencapai 40 persen, disusul AC 25 persen, kulkas 20 persen, dan baru peralatan rumah tangga lainnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved