Sabtu, 11 April 2026

Berita Tuban

Seminggu Ditanam, Pohon Jati Jokowi Sudah Mati?

POHON JOKOWI. Seminggu ditanam, pada Selasa (6/12/2016), daun pohon jati itu rontok dan cuma menyisakan beberapa daun yang sudah berwarna coklat...

Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Musahadah
surya/iksan fauzi
Pohon Jati yang ditanam Jokowi 

SURYA.co.id|TUBAN - Seminggu lalu, Presiden Joko Widodo melontarkan ungkapan yang kesannya mengkritik program penanaman 1 miliar pohon pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ungkapan itu disampaikan sang Presiden kepada tamu undangan pada saat memberi sambutan dalam acara memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Nasional (HMPN) di Desa Tasikharjo, Tuban, Senin (28/11/2016).

“Jangan sampai kita bicara menanam 1 miliar pohon, 1 juta pohon, sudahlah tidak usah ngomong yang tinggi-tinggi seperti itu,” kata Jokowi

Setelah berhenti sesaat, Jokowi meneruskan, “Tidak usah sampai juta-jutaan, miliar-miliaran, tapi yang hidup hanya dua,” katanya lagi.

Kala itu, Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi itu juga menanam pohon jati setinggi kurang lebih 2,5 meter.

Daun pohon masih terlihat hijau nan segar.

Namun, seminggu ditanam, pada Selasa (6/12/2016), daun pohon jati itu rontok dan cuma menyisakan beberapa daun yang sudah berwarna coklat di ujung pohon

Pohon itu tampak layu, berbeda dibanding pohon lain yang ditanam para pejabat dan warga desa.

Pada saat surya.co.id datang ke lokasi itu, bagian bawah pohon yang di depannya masih terdapat papan bertuliskan ‘Ditanam Presiden RI Joko Widodo’ itu digenangi air hujan.

Lahan di sekitarnya juga terlihat digenangi air.

Pohon jati Jokowi ditanam bersama 238.000 pohon kaliandra dan jati melibatkan 5.500 warga.

Penanaman pohon sebanyak itu bekerjasama antara pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan aparat Desa Tasikharjo.

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri mengungkapkan, kerjasama penanaman pohon memang digarap bersama pihak Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabu).

Pihak desa menyewakan lahan seluas sekitar 11 hektare dan lahan warga sekitar 12 hektare.

“Tapi untuk perawatannya merupakan tanggung jawab Koprabu. Insya Allah dalam minggu ini ditata ulang,”  kata Damuri. 

Damuri mengatakan, pohon jati yang ditanam Jokowi tidak mati, cuma daunnya rontok karena perbedaan tempat saja, istilahnya adaptasi di tempat baru.

“Nanti akan tumbuh kembali meski daunnya rontok. Sedangkan pohon yang mati akan disulam (diganti pohon jati lain)” katanya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved