Jumat, 1 Mei 2026

Oli Palsu di Surabaya

VIDEO - Inilah Tampang Para Pemalsu Oli di Surabaya, Ternyata Begini Caranya

HEBOH OLI PALSU DI SURABAYA. Ferry mengaku belajar secara otodidak melalui website dan langsung dipraktikkan untuk meniru warna oli dari pabrik

Tayang:
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi Surabaya menggerebek gudang oli palsu di Jalan Medokan Sawah Kelurahan Medokan Ayu, Rungkut, Sabtu (3/12/2016).

Pemiliknya adalah Ferry Setiawan (43) asal Perumahan Rungkut Asri RL.

Ferry mengaku belajar secara otodidak melalui Internet dan langsung dipraktikkan untuk meniru warna oli yang diproduksi masing-masing pabrik.

"Untuk belajar menyamakan warna butuh waktu kurang lebih sebulan. Belum menyiapkan bahan baku oli dari Pertamina serta kemasan oli bekas," ujar Feri saat digerebek petugas.

Feri mulai menemui beberapa pengepul barang bekas untuk membeli botol oli bekas. Tersangka juga membeli stiker bergambar merek oli.

Ia juga membeli aluminium foil untuk dipakai menutup botol. Oli yang dipakai memalsukan dibeli puluhan drum jenis parafinic dari seorang kawannya seharga Rp 2,5 juta.

"Oli drum itu disortir ke sebuah wadah lalu dicampur dengan bahan kimia adiktif. Oli itu lantas diaduk dengan mixer untuk mencocokan warna oli yang dipalsukan," kata tersangka Feri.

Baca juga: Terbongkar! Inilah Gudang Oli Palsu di Surabaya, Barang Buktinya Sebanyak Ini

Setelah diproses, kata Feri, oli tersebut dimasukkan ke botol kemasan yang sudah dibersihkan lebih dulu.

Tak pelak, sepintas oli yang diproduksi Feri seperti aslinya karena botol yang dipakai asli tapi bekas. Apalagi botol itu ditempeli stiker barcode yaang bisa dibaca secara jelas.

"Kardus yang dipakai juga pesan di Jakarta," terangnya.

Bagaimana untuk merekatkan aluminium foil pada tutup botol?

"Caranya ya pakai setrika. Setrika itu ditaruh di atas botol yag sudah diberi aluminium foil," jelasnya.

Untuk tutup botol luar bagaimana prosesnya? Tersangka mengaku menggunakan mesin press sehingga seperti kelihatan asli.

Kepada penyidik di lokasi penggerebekan, tersangka terkesan menutupi jumlah oli yang diproduksi.

Ia mengaku rata-rata dalam sehari hanya memproduksi 10 botol saja. Namun hal tersebut disanggah penyidik, 10 itu masing-masing merek oli atau bagaimana dan tersangka terdiam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved