Jumat, 17 April 2026

Berita Surabaya

JPO depan UINSA dan Ubhara Masih Buntung, Banyak yang Nyaris Celaka Menuju ke Kampus

SULIT MENYEBERANG. Ia kerap mendapat cerita rekan-rekannya yang nyaris celaka saat menyeberang FR. Tidak hanya motor, mobil juga kerap ngebut.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
surya/nuraini faiq
Jembatan penyeberangan orang yang masih belum terhubung hingga depan kampus UINSA. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dengan langkah bergegas, sejumlah mahasiswa menapaki jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan A Yani Surabaya.

Mereka mempercepat langkah karena persis di bawah mereka telah menunggu lyn.

Angkutan kota ini terpaksa ngetem sesaat menunggu limpahan mahasiswa atau penumpang lain yang memanfaatkan JPO. Namun, lyn ini terpaksa harus berhenti di sisi kanan jalan.

Angkutan ini biasanya menunggu untuk mengangkut mereka yang baru menyeberangi JPO. Kendaraan umum ini tidak berhenti di kiri jalan Frontage Road (FR).

"Untung ada lyn yang di kanan jalan. Kalau tidak, menyeberangnya sulit," kata Masnatus, mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA), Rabu (30/11).

Meski jalan FR A Yani sudah dioperasikan, namun belum ada fasilitas umum JPO di sepanjang jalur baru itu. Kecuali FR Dolog yang baru saja tersambung.

Beberapa JPO di frontage yang sama, yang lebih sering dilewati orang adalah di depan Kampus UINSA Surabaya.

Selain banyak mahasiwa di kampus ini yang kerap menyeberang, ada pula mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya.

"Kalau pulang ke Sidoarjo, saya biasa naik angkutan. Tetapi, kesulitan nyeberang frontage karena tak ada JPO. Zebra cross berlampu merah juga tidak ada," ujar Dini, mahasiswa Ubhara.

Terlebih saat pagi, FR A Yani sisi barat selalu padat kendaraan. Meski ada rambu kecepatan tidak boleh lebih dari 40 km/jam, hampir semua kendaraan melanggar, atau melintas dengan kecepatan lebih 50 km/jam.

Plt Kepala Dishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajad, mengakui bahwa semenjak FR dioperasikan banyak kecelakaan terjadi.

"Potensi kecelakaan lebih tinggi juga terjadi karena belum ada JPO frontage. Kami belum memantau jumlah kecelakaan karena tak ada fasilitas umum ini," ungkap Irvan.

Namun cerita Gita, mahasiswa Ubhara, ia kerap mendapat cerita rekan-rekannya yang nyaris celaka saat menyeberang FR. Tidak hanya motor, mobil juga kerap ngebut.

Tidak ada zebra cross dan JPO ini membuat ancaman celaka bagi penyeberang jalan tinggi.
"Mbok ya disambung JPO-nya di sini," pinta Gita yang sore kemarin hendak pulang dari kampus.

Demikian pula, yang dialami banyak mahasiswa UIN yang tiap pagi kesulitan menyeberang dari sisi barat ke timur FR. Mereka hanya bisa menyeberangi Jl A Yani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved