Berita Lifestyle
Trend Fashion 2017 Ala Desainer Muda Arva School, Gabungan 4 Tema Sekaligus!
TREN FASHION 2017. Koleksi pakaian sub tema Rippled Noise lebih cenderung memiliki warna gelap dengan tampilan layer yang tegas dan flowy.
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA – Koleksi kreatif hasil karya interpretasi empat sub tema tren Spring/Summer 2017 disajikan 41 desainer muda lulusan Fashion Design One Year Program Arva School of Fashion Surabaya.
Empat sub tema tersebut adalah Doted Over, Workforce, Rippled Noise, dan Drowsy Distortion.
Keempat tema tersebut didesain menjadi pakaian ready to wear dengan motif dan detil kreatif.
Koleksi dari sub tema Doted Over memainkan warna dan motif stripes maupun dot sesuai nama tema.
Menggunakan bahan kain linen dan katun, sebagian besar pakaian memiliki warna dasar putih sederhana dengan motif yang berwarna cerah yang menggambarkan generasi muda masa kini.
Selanjutnya koleksi pakaian sub tema Rippled Noise lebih cenderung memiliki warna gelap dengan tampilan layer yang tegas dan flowy.
Pada koleksi sub tema Drowsy Distortion, nampak model dan motif fantasi ditonjolkan pada setiap busana.
Print gambar galaksi pada outer berbahan poliester dan cape panjang berwarna soft pink menyentuh lantai, begitu erat dengan desain fantasi.
Terakhir adalah sub tema Workforce yang diinterpretasikan menjadi koleksi busana muslim yang dipengaruhi gaya berpakaian pekerja pabrik wanita pada 1940-1950an dengan menyajikan gaya dan siluet sesimpel mungkin sesuai kiblat tahun tersebut.
Untuk fashion busana muslim, sang desainer, Ivan Nurul Huda mengatakan koleksi yang ia buat lebih bermain pada warna dengan minim motif atau detil yang berlebih.
Warna yang digunakan adalah warna-warna dusty yang sesuai dengan abad tersebut.
Begitu pula dengan hijab yang tidak terlalu bombastis namun simpel dan pas digunakan para wanita karier di zaman sekarang.
“Fashion busana muslim ini bukan menonjolkan permainan model pemakaian hijab, namun lebih mengutamakan tampilan siluet bentuk jam pasir yang besar, bukan hanya lurus,” ujarnya.
Dari semua busana yang ditampilkan untuk tiap-tiap sub tema, tampak sekali outer menjadi piece yang tidak pernah ketinggalan, dari mulai coat, cape, dan jaket.
Embran Nawawi, konsultan Arva School of Fashion yang juga seorang desainer, mengatakan outer memang menjadi fashion piece yang cukup berpengaruh pada tren fashion.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-arva-studio-fashion_20161129_075350.jpg)