Senin, 27 April 2026

Wisata Kuliner

Sensasi Hangat Aneka Wedang Khas Nusantara, Penasaran Rasanya?

RAGAM WEDANG. Minuman hangat lain yang bisa jadi pilihan adalah Wedang Cemoe yang diadaptasi dari minuman khas Ponorogo.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Titis Jati Permata
surya/achmad pramudito
Wedang Cemoe yang disajikan di Sekarwangi Restaurant Hotel Santika Jemursari Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Musim hujan telah tiba. Di saat cuaca dingin begini, badan perlu minuman yang bikin hangat sehingga tetap fit saat beraktivitas.

Di Sekarwangi Restaurant Hotel Santika Jemursari, tersaji wedang (minuman) yang beragam, tidak hanya hangat, tetapi juga ada cita rasa pedasnya.

Sedikitnya ada empat varian minuman yang disajikan Chef Eko Sulistyo bersama para juru masak hotel yang berlokasi di Jl Jemursari Surabaya ini bagi para tamu.

Bagi penggemar kuliner minuman hangat yang juga menyehatkan ini tentu tak asing.

Di antaranya Wedang Coro, Wedang Secang, Wedang Cemoe, dan Wedang Jali-Jali.

Wedang Coro (cara) adalah minuman yang memadukan aneka rempah seperti lengkuas, merica, dan cengkeh dalam kuah jahe santan.

“Agar lebih nikmat, waktu menyajikan ditambah gula aren,” kata Chef Eko.

Ada pun Wedang Secang diracik dengan bahan parutan kayu secang dan air jahe dengan aroma wangi kayu manis.

Minuman khas Jawa Tengah ini kian nikmat bila dicampurkan kapulaga, daun pandan dan gula batu.

Minuman hangat lain yang bisa jadi pilihan adalah Wedang Cemoe yang diadaptasi dari minuman khas Ponorogo.

Minuman yang diyakini jadi favorit semua usia ini beriisi potongan agar-agar dan mutiara dalam kuah santan yang kental.

“Wedang cemoe ini mirip banget dengan angsle, karena pakai roti dan mutiaranya. Tapi yang ini ada agar-agar, dan yang bikin beda adalah taburan bawang goreng. Aromanya yang khas bisa menambah nafsu makan,” celetuk Atika, salah seorang pengunjung Sekarwangi Restaurant.

Wedang Jali-Jali berbeda karena tanpa bahan jahe dalam racikannya. Minuman khas Jawa Barat ini menggunakan biji barley yang diyakini tinggi kandungan seratnya.

Wedang Jali-Jali dibuat dari rebusan air dicampur perasan jus lemon, daun pandan, serta pemanis dari gula batu.

“Minumnya harus pakai gula batu, kalau tidak rasanya hambar,” kata Atika yang sudah menikmati beraneka minuman tradisional berbagai daerah.

Yang tak kalah unik adalah Wedang Saraba. Minuman istimewa dari Makasar ini menimbulkan rasa legit susu segar bercampur manisnya gula aren dan jahe yang menghangatkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved