Berita Tuban
Pencarian 11 ABK KM Mulya Jati Dihentikan Sementara
“OPERASI SAR KARENA karena memasuki hari ketujuh, kami akan sampaikan laporan kepada Basarnas Pusat, kalau ada tanda selanjutnya akan kami lakukan pen
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | TUBAN - Kepala Kantor Basarnas Surabaya, mohammad Arifin menghentikan sementara pencarian terhadap 11 anak buah kapal (ABK) KM Mulya Jati.
Para ABK tersebut hilang setelah kapal KM Mulya Jati bertabrakan dengan kapal MV Tay Son 4 berbendera Vietnam, Sabtu (19/11/2016) sekitar pukul 04.00.
“Operasi SAR karena memasuki hari ketujuh, kami akan sampaikan laporan kepada Basarnas Pusat, kalau ada tanda selanjutnya akan kami lakukan pencarian lagi tiga hari kemudian,” papar Arifin di Pelabuhan TPPI Tuban yang dijadikan Posko Tim SAR kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (25/11/2016) sore.
Petunjuk dari Kepala Basarnas Pusat sebagai petunjuk Tim SAR melanjutkan pencarian kembali.
Menurutnya, penghentian pencarian sementara untuk mengistirahatkan personel dan pengisian bahan bakar untuk kapal yang sudah tujuh hari ini digunakan.
Apakah KM Mulya Jati yang tenggelam akan diangkat ke darat? Arifin menjawab, “Kami serahkan kepada pemilik kapal, nanti ada penyelidikan dari KPLP,” ujarnya.
Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR telah menemukan empat jenazah ABK, serpihan KM Mulya Jati, jaring, lampu, dan terpal.
Sementara itu, kakak kandung Joko Purnomo, ABK KM Mulya Jati, Suyono berdoa semoga jenazah yang ditemukan adalah adiknya.
Hal itu agar keluarganya mendapatkan kepastian keberadaan adiknya.
“Kalaupun bukan, kami berharap pencarian dilanjutkan, setidaknya dipantau,” harap Suyono yang ikut melihat pengangkatan jenazah dari Kapal Negara (KN) 225 milik Basarnas ke mobil polisi untuk dibawa ke kamar Jenazah RSUD Dr R Koesma Tuban.
ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR yang terlibat mencari para korban, setidaknya ada hasil berupa ditemukannya empat jenazah.
Sejak mendengar adiknya masuk jadi korban kecelakaan di luat, Suyono bersama adik-adiknya terus memantau di Posko Tim SAR di Pelabuhan TPPI Tuban.
“Saya setiap hari bolak balik dari Pati ke sini naik mobil. Keluarga saya pasrah, adik saya meninggal atau masih hidup, tapi saya tetap harus memantau adik saya,” katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
