Sabtu, 11 April 2026

Reportase dari Thailand

Mengenal Lebih Dekat Nang Talung, Wayang Kulit Thailand

meski sama-sama wayang kulit, wayang kulit Thailand yang disebut nang talung ini berbeda wajah, karakter, tokoh, juga kisah yang dimainkan sang dalang

Editor: Tri Hatma Ningsih
thaizer
ilustrasi wayang Thailand 

Reportase : Septa Widya Etika
Mahasiswa Universitas Negeri Malang langsung dari Thailand

WAYANG bukan hanya ada di Indonesia saja. Warga Thailand juga memiliki kekayaan budaya wayang yang dikenal dengan nama  nang talung.

Wayang ini terbuat dari kulit sapi dan kerbau. Menurut penjelasan Phi Dam, mahasiswa Universitas Walailak, penerima beasiswa Darmasiswa tahun 2015 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), nama wayang Thailand nang talung diambil dari kata Phatthalung, salah satu provinsi di Thailand.

Sejarah menyebutkan jika wayang ini dulunya dibawa oleh orang Jawa melalui Malaysia dan sampailah di Phatthalung, Thailand Selatan ini.

Dalam wayang nang talung memiliki 10 tokoh dan memiliki delapan tokoh pokok yang terkenal. Setiap tokoh menggambarkan provinsi di Thailand Selatan. Misalnya, Ai Theng berasal dari Songkhla dan Nu Nui berasal dari Phatthalung.

Wayang nang talung ini memiliki bentuk yang unik dan lucu dan mengundang tawa penontonnya, karena memang itulah tujuan wayang ini dibuat. Wayang khas Thailand Selatan ini berbeda dengan wayang di Indonesia.

Perbedaan tersebut bukan hanya pada bentuk wayang, tetapi pada tokoh-tokohnya juga. Misalnya wayang bernama Bang Sa Mo, menggambarkan sosok muslim yang ada di Thailand Selatan.

Nama wayang pun berbeda dengan yang lain. Jika tokoh wayang yang lain diawali dengan Ai, tokoh ini diawali dengan sebutan Bang yang merupakan singkatan dari kata abang, panggilan kakak yang umum digunakan oleh bangsa Melayu. Dalam bentuknya, Bang Sa Mo menggunakan peci.

Di Indonesia, ada kisah Ramayana dan Mahabharata. Wayang Thailand juga mengenal kisah serupa namun berbeda cerita.

Pada wayang Thailand, tak melulu mengusung cerita tradisional, tetapi isu-isu masa kini, seperti politik lebih sering dimunculkan. Cerita tradisional hanya muncul sebagai sisipan saja.

Uniknya, wayang nang talung ini hanya ditemukan di Thailand Selatan saja. Wayang-wayang ini juga dijual bebas di pasar wisata dan beberapa vihara terkenal di Songkhla, Phatthalung, dan Nakhon Si Thammarat.

Namun, nang talung tak ditemukan di Pattani dan Narathiwat, meski kedua provinsi ini berada di Selatan. Phi Dam menambahkan, di kedua provinsi tersebut kebudayaannya lebih condong ke Melayu karena kedekatan geografisnya dengan Malaysia.

          

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved