Jumat, 10 April 2026

Berita Banyuwangi

Menteri Asman Abnur Puji Pemkab Banyuwangi, Katanya: Ini Layak Direplika Daerah Lain

Pemantauan proyek pembangunan di pedesaan Banyuwangi kini tak perlu repot datang ke lokasi.

Penulis: Haorrahman | Editor: Musahadah
surya/haorrahman
MenPAN saat berkunjung di smart kampung Desa Kampung Anyar 

SURYA.co.id|BANYUWANGI - Pemantauan proyek pembangunan di pedesaan Banyuwangi kini tak perlu repot datang ke lokasi.

Progress proyek tersebut cukup dipantau melalui program e-monitoring.

Seperti yang dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Asman Abnur saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Minggu (20/11/2016) malam.

"Ini menarik, semuanya bisa dilihat dari sini. E-village budgeting dan monitoring ini layak direplika daerah lain," kata Asman saat mengunjungi Lounge Pelayanan Publik yang ada di kantor Pemkab Banyuwangi.

Di lounge tersebut, MenPAN menyempatkan diri mencoba program tersebut sembari melihat berbagai laporan progres pembangunan di masing-masing desa.

Program e-monitoring tersebut, bisa memantau secara langsung berbagai progres pembangunan berupa keterangan lokasi secara tepat berbasis titik koordinat.

Dari titik koordinat tersebut, saat diklik akan muncul alamat proyek, nama dan juga anggaran dana yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Tak hanya itu, progres pembangunan dari nol persen, lima puluh persen hingga tuntas dapat dilihat dari foto yang diunggah ke e-monitoring tersebut.

"Jadi kami bisa memantau terlebih dahulu dari sini (e-monitoring), baru ketika ada progres pembangunan yang tak sesuai kita langsung bisa sidak," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang mendampingi Menteri Asman Abnur.

Banyuwangi telah menerapkan e-village budgeting dan e-village monitoring, sistem penganggaran desa yang terintegrasi dalam jaringan (daring) untuk meningkatkan akuntabilitas anggaran desa.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menunjuk inovasi pengelolaan keuangan daerah ini sebagai salah satu role model pelayanan publik nasional, yang bisa direplikasi seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Penggunaan e-monitoring ini dapat mempermudah monitoring dan evaluasi (monev) yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Sistem ini memangkas mata rantai penyusunan dan pengawasan anggaran secara manual di level desa.

"Selama ini monev hanya dilakukan sampling, tapi dengan e-monitoring semua proyek bisa dipantau. Semua proyek di desa difoto lalu diunggah ke sistem yang telah disiapkan. Kami bisa tahu progress pekerjaan hingga ke pelosok desa lengkap dengan foto dan titik lokasinya melalui Google Map, sehingga tidak bisa ada proyek ganda atau fiktif. Sistem ini sekaligus untuk memberi perlindungan bagi perangkat desa agar selalu sesuai aturan," terangnya.

Ditambahkan Anas, kedua inovasi pengelolaan keuangan daerah tersebut menopang program Smart Kampung yang telah dijalankan Banyuwangi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved