Berita Pendidikan Surabaya
Bantu Tertibkan Siswa, Bentuk Polisi Siswa di Sekolah
Untuk menjadi polsis tidak ada syarat khusus. Sebab, siswa diminta secara sukarela ikut bergabung dalam polsis.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co id | SURABAYA - Menertibkan siswa di tingkat SMK saat ini membutuhkan personel yang lebih dari sekedar pihak keamanan sekolah.
Untuk itu dibentuk Polisi Siswa (Polsis) untuk melakukan pendekatan sebaya dalam menertibkan siswa.
Di SMK PGRI 13, sebanyaj 29 siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 3 dikukuhkan sebagai polsis, dengan seragam layaknya polisi dan sejumlah atribut pengenal.
Siswa kelas XI Jurusan Administrasi Perkantoran, Irma Wati (16) juga turut dalam barisan siswa yang dikukuhkan.
“Saya ingin berpartisipasi dalam organisasi, soalnya kalau ekstra kurikuker di sekolah banyak yang seni. Kalau lewat polsis nanti juga diajari Palang Merah Remaja,” ungkapnya sebelum pengukuhan dirinya sebagai polsis di halaman sekolah, Senin (21/11/2016).
Ia menjelaskan, selama 2,5 bulan rutin mengikuti pelatihan setiap pulang sekolah selama 4 kali setiap minggunya.
Baginya menjadi polsis sudah menjadi panggilan diri untuk tetap bisa menerapkan sopan santun dalam maraknya budaya asing yang masuk.
Pembina polsis, Sjemihadi Harjo mengungkapkan, polsis bertugas mendeteksi dini ulah kenakalan pelajar dan fokus pada internal sekolah.
Keberadaan polsis di bawah koordinasi wakil kepala sekolah bagian kesiswaan.
“Kalaupun ada pelanggaran mereka tidak boleh menghukum. Kalau tidak bisa diingatkan baru dicatat nomor siswa dan namanya baru diberikan ke waka kesiswaan. Dan harus dikonsultasikan dengan Bimbingan Konseling juga untuk penanganan pembinaannya,” ungkapnya.
Dikatakannya, untuk menjadi polsis tidak ada syarat khusus. Sebab, siswa diminta secara sukarela ikut bergabung dalam polsis.
Pendidikan yang mereka dapat selain pendidikan fisik juga pendidikan terkait pembelajaran sikap, pertolongan pertama, pengetahuan lalu lintas dan pengembangan kepribadian lainnya.
“Setiap hari mereka piket bergantian. Ya pakai baju polsisnya bisa bantu guru piket atau bantu keamanan di sekolah dan bisa membantu pengaturan lalu lintas di area sekolah saat ada acara,” ungkapnya.
Ia menegaskan, siswa tingkat SMA/SMK pasti membutuhkan polsis yang bekerja internal.
Berbeda dengan konselor sebaya yang memang program Dinas Pendidikan.
Namun, di Surabaya keberadaan polsis baru ada di SMK Kal 3 dan SMK PGRI 13.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-smk-pgri-polisi-siswa_20161121_141021.jpg)