Berita Surabaya
30.000 Warga Jatim Berwisata ke Lombok dan Sumbawa, Ini Alasannya
Kami sangat apresiatif dan berharap hingga akhir tahun bisa lebih dari jumlah itu," kata Lalu Faozal disela kegiatan tablet top bersama sekitar 65 age
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Faozal, melakukan rodshow promosi wisata ke Kota Surabaya selama Sabtu (19/11/2016) dan Minggu (20/11/2016).
Dengan mentargetkan lebih dari 30.000 warga Jatim untuk berwisata ke Pulau Lombok dan Sumbawa sebagai bagian dari Provinsi NTT.
"Antara Januari hingga Oktober 2016, sudah sekitar itu yang tercatat sebagai wisatawan nusantara (wisnus) dari Jatim. Kami sangat apresiatif dan berharap hingga akhir tahun bisa lebih dari jumlah itu," kata Lalu Faozal disela kegiatan tablet top bersama sekitar 65 agen wisata di Jatim, di Hotel Novotel, Surabaya, Sabtu (19/11/2016).
Dalam kegiatan tablet top, Lalu Faozal menyebut bila pasar wisnus asal Jatim sangat besar.
Jumlah penduduk di Jatim yang lebih dari 38 juta, dengan tingkat pendapatan yang cukup tinggi, mampu membuat Lombok dan Sumbawa sebagai magnet untuk dikunjungi dalam kegiatan berwisata.
"NTB dan Jatim, saat ini telah terhubung dengan delapan kali penerbangan pee hari. Kemudian banyak warga atau pelajar NTB yang memilih sekolah di lembaga pendidikan tinggi di Jatim," ungkap Lalu.
Mereka memiliki potensi untuk mengajak rekan-rekannya berkunjung ke Lombok dan Sumbawa.
"Dalam hitungan kami, dengan delapan kali jadwal penerbangan Surabaya - Lombok Praya, dengan rata-rata penumpang per fligth 100 orang, separuh saja untuk melakukan wisata, itu sudah cukup memberikan kontribusi yang besar bagi NTB," lanjut Lalu.
Ketua DPD Assosiciation Of The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka, mengakui bila saat ini, wisnus lebih banyak memberikan kontribusi lebih besar untuk wisata di NTB dibandingkan wisatawan asing (wisman).
"Memang sama-sama besar dalam jumlah orang, tapi dalam jumlah belanja, budaya wisnus belanja oleh-oleh, sangat memberi kontribusi bagi wisata NTB. Sementara untuk wisman, mayoritas menikmati suasana alam, belanja secukupnya, menginap lama, tanpa oleh-oleh sebanyak wisnus," cerita Dewantoro kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Selain table top, di hari Minggu, Disparta NTB melakukan roadshow budaya NTB di Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Darmo, dan pameran delapan produk khas NTB di Jayim Expo.
"Berbagai produk khas, seperti tenun ikat, mutiara, dan aneka olahan dodol, kami bawa untuk menarik warga Jatim ke Lombok dan Sumbawa untuk akhir tahun 2016 ini hingga tahun 2017," tambah Dewantoro.
Ketua ASITA Jatim, Arifudin Syah, mengakui bila animo warga Jatim untuk wisata ke Lombok selalu meningkat tiap tahunnya.
"Memang Bali masih favorit. Tapi sudah mulai menyebar ke Lombok. Tidak hanya wisata kelompok masyarakat, wisata dengan kegiatan Family gathering Corporate juga mulai banyak dipilih ke Lombok," jelas Arifudin.
Apalagi dalam dua tahun terakhir ini, sudah ada lapangan golf di Lombok, yang sudah menjadi jujugan bagi wisnus kalangan menengah ke atas dengan waktu wisata singkat.
"Singkat, misalnya dengan datang untuk main golf, selesai balik ke Surabaya, juga susah ada. Sehingga Lombok sekarang sudah menjadi pilihan wisata yang cukup tinggi bagi wisnus Jatim," tambah Arifudin.
Pengunjung pameran wisata di NTB di JX Internasional Expo, juga dipadati pengunjung. Diantara pengunjung, banyak yang merupakan warga NTB yang merantau ke Surabaya dan sekitarnya, serta pelajar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-kepala-dinas-pariwisata-lombok_20161120_164028.jpg)