Berita Surabaya
Psikolog Anak: Pengasuh Anak harus Punya Kasih Sayang
Kebutuhabmn baby sitter ini dapat terjadi karena faktor kedua orangtua yang bekerja, ibu sakit, atau memang tidak dapat berfungsi secara utuh.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Baby sitter bila dilihat dari arti katanya, memiliki fungsi untuk merawat dan mengasuh bayi (anak).
Dengan kata lain, baby sitter akan diperlukan ketika seorang ibu tidak dapat merawat dan mengasuh anaknya secara full time.
Hal ini diungkapkan Psikolog Anak asal Universitas Airlannga (Unair),Primatia Yogi Wulandari SPsi MSi menyoroti perlunya keberadaan baby sitter.
Kebutuhabmn baby sitter ini dapat terjadi karena faktor kedua orangtua yang bekerja, ibu sakit, atau memang tidak dapat berfungsi secara utuh untuk merawat bayinya. Artinya, selama ibu mampu untuk merawat dan mengasuh anaknya sepenuhnya, maka ibu tersebut belum memerlukan baby sitter.
“Fungsi baby sitter bukan hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik bayi, namun juga terkait dengan kebutuhan-kebutuhan psikologis anak. Dalam hal ini, idealnya baby sitter juga dapat memberi kasih sayang kepada anak yang berada dalam perawatannya,” jelas dosen sekaligus Psikolog di departemen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Fakultas Psikologi Unair ini.
Sebeb, menurutnya bayi dan anak-anak kecil tidak hanya membutuhkan makan, minum, mandi.
Mereka juga perlu mendapatkan kasih sayang, kenyamanan, dan rasa aman.
Sehingga menurutnya orangtua memang sebaiknya tidak pasrah sepenuhnya kepada baby sitter. Dalam hal ini, peran baby sitter adalah sebagai asisten atau yang membantu orangtua.
Ketika orangtua memiliki waktu dengan anak, maka sebaiknya orangtua lah yang merawat dan mengasuh anak.
“Hal yang memprihatinkan bila melihat satu keluarga jalan-jalan keluar rumah, dan yang menggendong ataupun menyuapi anaknya adalah baby sitter. Dengan kata lain, keberadaan baby sitter tidak secara otomatis menggantikan fungsi dari orangtua,” tegasnya.
Secara psikologis, bayi dan anak-anak membutuhkan figur dimana ia merasa aman dan nyaman.
Istilah dalam psikologi adalah kelekatan (attachment). Berdasarkan penelitian, kelekatan yang terbaik bagi anak tentu saja adalah dengan orangtuanya.
Bila anak lebih sering berinteraksi dengan baby sitter daripada orangtua, maka anak tersebut akan mengembangkan kelekatan dengan baby sitter.
“Fakta menunjukkan adanya anak-anak yang bahkan tidak mau tidur atau makan kalau tidak dengan baby sitter-nya. Kondisi ini akan berdampak terhadap peran dan fungsi pengasuhan dari orangtua ke anak,” paparnya.
Di perkembangan selanjutnya, bukan tidak mungkin anak justru merasakan ketidaknyamanan di dalam keluarga, karena memang rasa aman dan nyaman itu dimulai sejak anak kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabaya-psikolog-anak-unair-primatia-yogi-wulandari-spsi-msi_20161117_222327.jpg)