Berita Bojonegoro
Warga Bojonegoro Diminta Tidak Berteduh di Bawah Pohon Saat Hujan, Ini Alasannya
“Sebaiknya masyarakat waspada pada saat angin kecang disertai hujan deras. Jangan berteduh di bawah pohon,” imbau Andik kepada Surya.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yoni
SURYA.co.id | BOJONEGORO - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo mengimbau kepada seluruh warga Bojonegoro untuk mewaspadai angin kencang.
Menurut Andik, angin kencang sering terjadi pada saat pancaroba.
Biasanya, angin kencang itu disertai hujan deras sesaat.
“Sebaiknya masyarakat waspada pada saat angin kecang disertai hujan deras. Jangan berteduh di bawah pohon,” imbau Andik kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (1/11/2016).
Pada Hari Sabtu (29/10/2016) sekitar pukul 17.30, angin kencang disertai hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kalitidu. Akibatnya, satu rumah milik Basri (46) warga Desa Mlaten RT 10 RW 02 Kecamatan Kalitidu ambruk.
“Kerugiannya sekitar Rp 30 juta,” ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Andik menjelaskan, pada bulan November ini, sifat hujan masih di titik normal, yakni antara 85-115 persen.
Curah hujan mencapai 51-544 persen. Sedangkan pada bulan Desember, diperkirakan sifat hujan tak jauh beda, namun curah hujan mencapai 151 – 576 milimeter.
“Saat musim-musim hujan seperti ini, selain angin kencang juga hujan deras akan terjadi,” prediksinya.
Selain angin kencang, Andik juga minta masyarakat mewaspadai tanah longsor. Potensi tanah longsor di Bojonegoro ada di 10 titik.
Antara lain, wilayah Kecamatan Sugihwaras, Trucuk, Malo, Bubulan, Margomulyo, Tambakrejo, Purwosari, Ngambon, Temayang, dan Kasiman.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama, apalagi kita hidup di daerah yang memang rawan bencana, baik bencana banjir, angin kencang, maupun tanah longsor,” imbuhnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA