Berita Bojonegoro
Ada 13 Hektare Kawasan Kumuh di Bojonegoro, Ini yang Dilakukan Kang Yoto
Untuk memperbaiki kawasan kumuh, Suyoto mengerahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I BOJONEGORO - Bupati Bojonegoro, Suyoto menyatakan ada 13 hektare kawasan kumuh di Kecamatan Bojonegoro.
Dari luasan itu, kawasan paling kumuh di bantaran Sungai Bengawan Solo.
Untuk memperbaiki kawasan kumuh, Suyoto mengerahkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Jika dibutuhkan payung hukum untuk program ini, pihaknya akan membuat peraturan bupati.
"Untuk penataan kawasan kumuh solusinya membuat kampung deret," katanya, Senin (31/10/2016).
Pernyataan Kang Yoto disampaikan saat Sosialisasi dan Strategi Komunikasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Ruang Andrawina Hotel Aston Bojonegoro.
Acara tersebut diikuti unsur dinas, relawan kabupaten, kepala desa, dan kepala kelurahan se-kecamatan Kota Bojonegoro, koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat, serta perwakilan dari beberapa Universitas di Bojonegoro.
Adapun target program tersebut, di antaranya, penyediaan air minum kepada masyarakat di daerah kawasan kumuh, penanganan kawasan kumuh, dan memberi kelayakan sanitasi.
"Program Tanpa Kumuh merupakan kebijakan pemerintah pusat. Program tersebut bertujuan menata kawasan kumuh menjadi hunian layak huni," katanya.
Berdasar data dari Kementerian Pekerjaan Umum selaku pelaksana program, di Indonesia, tingkat pertumbuhan penduduk di perkotaan 2,75 persen per tahun. Jumlah itu lebih besar dari pertumbuhan penduduk nasional 1,17 persen per tahun .
Di tahun 2015 sebanyak 59,35 persen penduduk hidup di kota. Pada tahun 2045, diperkirakan mencapai 82,37 persen penduduk akan hidup di kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bupati-bojonegoro-suyoto_20160608_005533.jpg)