Berita Malang Raya
Bus Puspa Indah Masuk Parit 5 Meter di Malang, Inilah Sebab dan Akibatnya
Sopir mengalami patah tulang di bahu kanan dan kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kediri.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Yuli
SURYA.co.id | BATU - Hindari benturan, Bus Puspa Indah nopol N 7219 UA jurusan Malang-Kediri terjungkal ke parit sedalam 5 meter di Jalan Raya Dusun Maron, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jumat (28/10/2016).
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya enam orang terdiri dari lima penumpang bus dan sopir bus, M Soli (41), warga Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri mengalami luka ringan dan sempat dirawat di RS Kusuma Husada Ngantang.
Kanit Laka Polres Batu, Ipda Sugianto mendampingi Kasatlantas Polres Batu, AKP Ari Galang Saputra menjelaskan, kejadian itu bermula dari sebuah sepeda motor tidak diketahui identitasnya hendak berbelok ke kanan di jalanan menurun.
Tapi tiba-tiba sepeda motor oleng ke kiri yang bersamaan dari arah belakang ada bus Puspa Indah. Karena jarak yang terlalu dekat menjadikan sopir bus Puspa Indah banting setir ke kiri menghindari benturan keras dengan sepeda motor.
Sial, karena laju bus terlalu ke kiri hingga akhirnya sopir hilang kendali dan bus masuk ke parit sedalam 5 meter.
"Pengendara motor yang sempat dihindari oleh bus langsung kabur dan tidak diketahui identitasnya," kata Sugianto di lokasi kejadian.
Akibat kejadian tersebut, menurut Sugianto, lima orang penumpang mengalami luka terkilir dan lecet kena pecahan kaca bus.
Sopir mengalami patah tulang di bahu kanan dan kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kediri.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, korban luka setelah mendapat perawatan juga diperbolehkan pulang semua," ucap Sugianto.
Sedangkan untuk menghindari hal yang lebih buruk dengan posisi bus yang masuk parit di atas pemukiman warga, menurut Sugianto, pihaknya langsung mendatangkan mobil derek untuk mengevakuasi bus Puspa Indah.
Evakuasi bus Puspa Indah tersebut baru selesai dilakukan pada pukul 17.00 WIB.
"Kami mengimbau agar pengendara waspada dan hati-hati melewati jalan berbelok dan naik turun. Agar kejadian sepeda motor hilang kendali dan mengakibatkan pengendara lain celaka tidak terulang kembali," tutur Sugianto yang memastikan tidak ada tersangka dalam kejadian tersebut.
