Berita Ekonomi Bisnis
Ternyata, Industri Perhiasan Jatim Serap 17.600 Tenaga Kerja
"Jumlah tenaga kerja yang terserap cukup besar, mencapai 17.600 orang," ujarnya, Kamis (27/10/2016), saat membuka Surabaya Jewellery Fair 2016, di Hot
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Tenaga kerja yang terserap oleh industri perhiasan di Jatim ternyata cukup besar dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, jumlah industri perhiasan di Jatim sekitar 50. Rinciannya, 26 unit berskala besar dan menengah, dan 24 unit berskala kecil.
50 industri tersebut tersebar di berbagai sentra industri perhiasan. Seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Lumajang dan Pacitan.
"Jumlah tenaga kerja yang terserap cukup besar, mencapai 17.600 orang," ujarnya, Kamis (27/10/2016), saat membuka Surabaya Jewellery Fair 2016, di Hotel Shangri-La kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Menurut Gus Ipul, besarnya serapan tenaga kerja tersebut berbanding lurus dengan kinerja ekspor perhiasan Jatim.
Jika tahun 2015, nilai ekspor perhiasan hanya 2,71 miliar dolar AS. Tahun ini, hingga bulan Agustus nilai ekspor sudah mencapai 3,55 miliar dolar AS.
"Ada peningkatan sebesar Rp 840 juta dolar AS. Tapi hingga akhir tahun nanti, pasti jumlahnya lebih besar lagi," tegasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
Peningkatan itu, mengerek kontribusi perhiasan terhadap sektor non migas di Jatim menjadi sebesar 29,04 persen dari total ekspor yang mencapai 12,22 miliar dolar AS.
"Luar biasanya, 25 persen produksi perhiasan nasional berasal dari Jatim," terangnya.
Hal itu, lanjut Gus Ipul membuktikan bahwa industri perhiasan punya kontribusi penting mendukung pertumbuhan ekonomi di Jatim.
Untuk itu, pihaknya berharap Jatim akan menjadi sentra industri perhiasan nasional.
"Ketika batu bara, oil, dan gas sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka diperlukan komoditas andalan lainnya. Nah, industri perhiasan bisa menjadi salah satunya," imbuh mantan Menteri Negar Pembangunan Daerah Tertinggal ini.
Apalagi, data yang ada menunjukkan, saat ini permintaan terhadap perhiasan khususnya emas makin meningkat. Selain dinilai sebagai karya seni, juga sebagai sarana investasi.
"Makanya kami terus memberikan dukungan terhadap perkembangan industri perhiasan di Jatim," ucapnya.
Bentuknya, dengan memberikan fasilitasi desain, fasilitasi promosi, pengembangan teknologi produksi, peningkatan ketrampilan SDM, dan perlindungan kekayaan intelektual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-pameran-perhiasan-di-buka-wagub-jatim-gus-ipul_20161027_170419.jpg)